BEI Sebut Panic Selling Dipicu Isu MSCI, IHSG Terancam Turun Kasta

1 week ago 10
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Seorang wanita berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai aksi jual besar-besaran atau panic selling yang terjadi di pasar saham domestik hari ini sebelum dan sesudah trading halt, dipicu kekhawatiran investor terhadap kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyebut tekanan pasar hari ini terjadi akibat dua isu utama yang menjadi perhatian pelaku pasar, terutama terkait kebijakan MSCI terhadap rebalancing indeks dan permintaan transparansi data kepemilikan saham.

"Jadi hasil daripada apa yang terjadi hari ini memang ada menurut saya panic selling karena 2 hal yang disampaikan di konsen adalah pertama untuk di bulan Februari rebalancenya di freeze," ungkap Iman, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/1).

Iman menjelaskan, pembekuan rebalancing berarti takkan ada perubahan komposisi saham Indonesia di indeks MSCI dalam waktu dekat.

"Jadi kalau kita terjemahkan apa yang disampaikan tidak ada penambahan atau pengurangan konstituen perusahaan tercatat kita di MSCI," katanya.

Namun demikian, kekhawatiran utama pasar justru muncul dari tuntutan MSCI terkait transparansi data kepemilikan saham yang dinilai belum sepenuhnya terpenuhi.

"Tetapi memang yang jadi concern adalah kalau data yang mereka minta, jadi mereka artinya data yang kami usulkan mereka merasa tidak cukup," lanjut Iman.

Kata dia, MSCI telah menyampaikan batas waktu hingga Mei untuk pemenuhan transparansi data. Jika hingga tenggat tersebut permintaan MSCI tak terpenuhi, Indonesia berisiko mengalami penurunan status pasar.

"Kita sudah sampaikan, kalau data yang mereka harapkan itu tidak terpenuhi sampai dengan transparansi itu ya, mereka kan transparansi dipenuhi sampai dengan bulan Mei, mereka akan menurunkan peringkat kita dari emerging market menjadi front end market," jelas dia.

Dia menjelaskan, penurunan status akan menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara yang berada di kategori Frontier Market seperti Bursa Filipina dan Vietnam.

"Artinya kita mungkin sejajar dengan Vietnam dan Filipina. Karena sekarang kan di emerging market [kita] sama dengan Malaysia," sebutnya.

Merespons kondisi itu, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tengah menyiapkan langkah tindak lanjut, meski belum merinci kebijakan yang akan ditempuh.

"Nah ini memang tadi saya bilang baru juga berdiskusi dengan OJK dan juga dengan KSI yang beberapa hal kita akan tindak lanjuti jadi kita tidak bicara sebelum apa yang kami sampaikan," ucap Iman.

Sebelumnya, MSCI mengumumkan pembekuan sementara sejumlah aksi indeks saham Indonesia, termasuk kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF), penambahan konstituen baru, serta perpindahan kelas indeks. Kebijakan itu diambil lantaran MSCI menilai transparansi struktur kepemilikan saham di RI masih perlu diperkuat, efeknya memicu tekanan signifikan terhadap IHSG sepanjang Rabu (28/1).

Read Entire Article