BEI Bakal Belajar dari Bursa India soal Keterbukaan Kepemilikan Saham

1 week ago 24
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Konferensi pers Direksi BEI di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (27/1/2026). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mengacu pada praktik bursa global, termasuk India, dalam menyusun klasifikasi keterbukaan kepemilikan saham guna meningkatkan transparansi pasar, seperti yang diminta Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI, Irvan Susandy, mengatakan BEI tengah mempelajari best practice dari sejumlah bursa lain agar kebijakan yang disusun selaras dengan standar global dan tetap sesuai dengan regulasi di Indonesia.

"Terus terang kita juga melihat ke beberapa bursa lain lah untuk bikin klasifikasi itu, ya, biar juga apa yang kita buat ini best practice. Jadi jangan entar kita bikin juga tidak memuaskan sana, tidak best practice juga, kan, akhirnya susah juga kita semuanya lagi, kan," ungkap Irvan kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/1).

Irvan menjelaskan, BEI juga mengambil pelajaran dari pengalaman berdiskusi dengan penyedia indeks lain seperti FTSE untuk memahami bagaimana bursa di negara lain menerapkan keterbukaan informasi kepemilikan saham.

"Nah, kita juga belajar dari beberapa bursa lain bagaimana hasil diskusi kita dengan FTSE," ucap dia.

Salah satu contoh yang menjadi rujukan adalah bursa India, yang dinilai memiliki sistem penggolongan kepemilikan saham yang relatif jelas dan transparan.

Seorang wanita berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

"Nah, dari situ seperti apa, sih? Contohnya misalnya, as a sample misalnya India. India melakukan keterbukaan informasi pemegang sahamnya seperti apa? Mereka menggolongkannya seperti apa? Nah, itu mungkin salah satu benchmark yang kita lakukan. Agar best practice," jelas Irvan.

Meski mengacu pada praktik internasional, Irvan menegaskan penerapan klasifikasi di RI tetap disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di dalam negeri.

Ia melanjutkan, pengelompokan kepemilikan saham juga bakal dilakukan secara terstruktur dan tidak sembarangan, dengan mempertimbangkan jenis investor sebagaimana diterapkan di bursa lain.

"Jadi penggolongannya juga misalnya kita lagi corporate menjadi berapa bagi jenis investor gitu, ya. Itu juga nggak asal-asal gitu, ya, nggak asal sesuai kita ini. Tapi sesuai dengan misalnya bursa lain sudah ada nih yang melakukan keterbukaan tadi," sambungnya.

Menurut Irvan, di sejumlah bursa global kepemilikan saham telah diklasifikasikan secara rinci, seperti dana kekayaan negara (sovereign wealth fund), private equity, hingga asset management.

"Misalnya dia sudah bagi SWF lah, private equity lah, asset management dan segalanya. Nah itu yang kita coba, kita coba rapiin lagi nih di situnya. Tapi tetap ada benchmarknya bursa-bursa lain yang jauh lebih besar dari kita," lanjut Irvan.