Austria larang medsos pada remaja, ikuti jejak Australia, Prancis

1 week ago 9
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Brussels (ANTARA) - Austria sedang mempertimbangkan mengeluarkan larangan penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah usia 14 tahun, menyusul langkah serupa di Australia dan Prancis, demikian disampaikan Sekretaris Negara untuk Urusan Digital, Alexander Proll.

Proll mengatakan kepada lembaga penyiaran publik ORF, Selasa, bahwa pemerintah bertujuan untuk menerapkan larangan tersebut pada awal tahun ajaran baru dan sedang meneliti solusi teknis untuk menegakkannya.

Untuk itu, para ahli dari partai politik akan bertemu guna mengembangkan konsep yang lebih rinci, dengan Australia sebagai model metode verifikasi usia.

Di Australia, pengguna diharuskan memberikan identitas, sementara platform juga menggunakan pengenalan wajah dan suara serta analisis perilaku.

Partai koalisi Sosial Demokrat Austria (SPO) dan partai liberal NEOS mendukung prinsip larangan tersebut tetapi tidak sepakat mengenai implementasinya.

Juru bicara media NEOS, Henrike Brandstotter, menentang penerapan model Australia, dengan alasan kekhawatiran tentang pengumpulan data, dan menyarankan untuk menunggu sistem "eID" yang diharapkan beroperasi pada 2027.

Menurut Proll, pembatasan usia yang diusulkan di Austria sedang dalam pembahasan, dan dia mendukung penerapannya pada remaja usia 14 tahun, yang selaras dengan usia kecakapan hukum dan Peraturan Perlindungan Data Umum Uni Eropa (GDPR), yang memungkinkan negara-negara anggota untuk menetapkan usia persetujuan untuk pemrosesan data daring antara 13 dan 16 tahun.

SPO menyerukan larangan nasional jika solusi di seluruh Eropa tidak disepakati pada akhir 2025.

Sementara itu, Partai Kebebasan (FPO) sayap kanan mengkritik rencana tersebut, mengklaim bahwa hal itu membatasi kebebasan berekspresi, sementara Partai Hijau menuntut verifikasi usia wajib dan sanksi bagi platform yang tidak patuh.

Di tingkat Uni Eropa, para pemimpin telah mendukung pembatasan usia untuk melindungi anak di bawah umur di ruang digital.

Parlemen Eropa, yang sebelumnya menyerukan usia minimum 13 tahun untuk jejaring sosial, platform video, dan chatbot AI, mendesak Komisi Eropa untuk menetapkan batasan usia yang mengikat pada akhir 2026.

Rancangan undang-undang Prancis, yang didukung oleh Presiden Emmanuel Macron, disetujui pada Senin oleh majelis rendah Majelis Nasional, bertujuan untuk memberlakukan larangan tersebut pada awal tahun ajaran 2026, dengan verifikasi usia penuh pengguna yang akan diberlakukan pada 1 Januari 2027.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Prancis sahkan RUU larangan media sosial bagi anak-anak

Baca juga: Inggris buka layanan konsultasi terkait penggunaan medsos pada anak

Baca juga: Lebih 4,7 juta akun dinonaktifkan dalam larangan medsos anak Australia

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article