Manila (ANTARA) - Sebanyak 10 orang masih dinyatakan hilang setelah sebuah kapal feri antarpulau yang mengangkut 344 orang tenggelam pada Senin (26/1) pagi di perairan lepas pantai Provinsi Basilan di Filipina selatan, dengan 18 orang telah dipastikan tewas, kata pihak berwenang, Selasa (27/1).
Pada Selasa, Penjaga Pantai Filipina (Philippine Coast Guard/PCG) merevisi jumlah keseluruhan orang yang berada di atas kapal feri nahas tersebut menjadi 344, turun dari perhitungan awal 359, setelah memverifikasi bahwa 15 orang yang terdaftar sebagai penumpang ternyata tidak pernah menaiki kapal tersebut.
Menurut PCG, lapisan tipis minyak terlihat di lokasi tenggelamnya kapal feri itu.
"Hal ini dinilai memiliki dampak lingkungan minim dan diperkirakan akan hilang dengan sendirinya karena proses alami seperti penguapan dan pergerakan air, sehingga tidak memerlukan respons segera," kata Penjaga Pantai Distrik Mindanao Barat Daya di media sosial.
Merespons tragedi tersebut, Departemen Perhubungan Filipina telah menangguhkan seluruh armada penumpang Aleson Shipping, operator kapal yang tenggelam, sambil menunggu hasil penyelidikan penuh atas insiden tersebut.
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

1 week ago
23






































