Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyampaikan bahwa pihaknya berupaya berkoordinasi dengan otoritas China dalam menangani kasus penculikan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi kru kapal ikan di perairan Gabon oleh bajak laut.
“Kami memantau terus perkembangannya, dan saya juga mencoba untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Besar China,” kata Sugiono ditemui usai menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu.
Koordinasi dengan pihak China dilakukan mengingat selain ada 4 WNI yang diculik bajak laut dalam insiden pada Minggu (11/1) waktu Gabon tersebut, ada pula 5 WN China yang diculik.
Menlu RI menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya mencari tahu kondisi WNI yang masih ditahan bajak laut, dan KBRI Yaounde telah diinstruksikan untuk terus memonitor perkembangan kasus penculikan ini.
“Saya memantau laporannya setiap jam, dan setiap ada pembaruan informasi,” ucap Sugiono, menambahkan.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Gabon Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong memastikan total 9 awak kapal WNI dan WN China yang diculik bajak laut dalam peristiwa tersebut.
"Kapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, diserang bajak laut saat menangkap ikan sekitar 7 mil laut tenggara Equata di perairan Gabon," kata Meyong, sebagaimana ditayangkan televisi Gabon 24, Senin (12/1) waktu setempat.
Ia pun memastikan bahwa situasi saat ini sudah terkendali di tingkat pemerintahan tertinggi, dan semua langkah yang diperlukan telah diambil demi memastikan keamanan maritim.
Merespons insiden tersebut, Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan bahwa KBRI Yaounde telah berkoordinasi dengan otoritas setempat serta pemangku kepentingan lainnya “untuk mempercepat upaya penyelamatan awak kapal yang diculik”.
Dalam keterangan tertulis yang telah dikonfirmasi, Selasa (13/1), Heni juga memastikan KBRI Yaounde telah meminta informasi terbaru terkait kondisi kesehatan para WNI awak kapal yang terdampak pembajakan, khususnya yang lolos dari penculikan oleh bajak laut.
KBRI Yaounde juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa penanggung jawab tetap melaksanakan semua hak ketenagakerjaan yang dimiliki para ABK WNI maupun keluarganya, kata Heni.
Baca juga: Anggota DPR minta Kemenlu pastikan keselamatan WNI diculik di Gabon
Baca juga: Sejumlah WNI dilaporkan diculik bajak laut di perairan Gabon
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

4 hours ago
1




































