PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan pelaksanaan groundbreaking pembangunan jembatan penghubung melingkar berbentuk cincin donat di kawasan Dukuh Atas pada Mei 2026. Proyek ini menjadi bagian dari mandat pengembangan kawasan dan bisnis MRT Jakarta sekaligus memperkuat integrasi antarmoda transportasi di salah satu simpul transit tersibuk di ibu kota.
Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, menjelaskan pengembangan kawasan merupakan mandat langsung yang diberikan kepada manajemen MRT Jakarta. Upaya tersebut didorong oleh tingginya jumlah pengguna MRT yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Salah satu mandat yang diberikan kepada kami, untuk melakukan pengembangan bisnis dan pengembangan kawasan. Pada saat ini MRT Jakarta melayani pelanggan per hari sudah 127.000 pelanggan per hari. Atau setahun 46,5 juta pelanggan,” kata Tuhiyat di Transport Hub Dukuh Atas, Rabu (14/1).
Kawasan Dukuh Atas dipilih karena perannya sebagai titik temu berbagai moda transportasi publik. Saat ini, sedikitnya lima moda telah terintegrasi di kawasan tersebut, mulai dari MRT Jakarta, KRL Commuter Line, LRT Jabodebek, Kereta Bandara, hingga TransJakarta. Bahkan, ke depan jumlah moda yang terhubung berpotensi bertambah.
“Salah satunya adalah Stasiun Dukuh Atas, Pak. Di Stasiun Dukuh Atas ini ada lima moda transportasi minimal, yaitu MRT itu sendiri, kemudian ada KCI, kemudian ada LRT Jabodebek yang dihubungkan dengan jembatan penyeberangan multiguna yang kami bangun. Kemudian ada kereta bandara, dan satu lagi TransJakarta. Konon infonya jika terjadi ada satu LRT lagi nanti akan menembus ke sini, ke arah Jakarta. Jadi, harusnya ada enam jika ini terjadi,” ujarnya.
Dengan tingkat mobilitas yang tinggi, kawasan Dukuh Atas mencatatkan trafik sekitar 70.000 penumpang per hari. Namun, konektivitas antar empat kuadran utama di kawasan tersebut dinilai belum sepenuhnya tersambung, terutama bagi pejalan kaki.
“Nah, trafik yang ada di Stasiun Dukuh Atas sendiri ini mencapai 70.000 ridership yang ada di lingkungan sini. Dan kami punya mandat dari Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur untuk membangun pedestrian deck di simpang Sudirman dan Dukuh Atas ini,” kata Tuhiyat.
Pedestrian deck berbentuk cincin donat ini dirancang untuk menghubungkan empat kuadran utama BNI, Landmark, UOB, dan Transport Hub yang selama ini terpisah dan menyulitkan mobilitas pejalan kaki antar area.
“Untuk menyatukan empat kuadran yang saat ini tidak tersambung. Jadi ada kuadran di bagian sisi BNI itu tidak akan bisa nyambung orang nyebrang ke landmark, enggak bisa. Begitupun dari sisi BNI itu enggak bisa. Stuck, ini coba kami atasi dengan cara membangun satu pedestrian deck untuk publik. Jadi bukan untuk kendaraan, tapi ini untuk ridership,” ujarnya.
Terkait jadwal pelaksanaan, MRT Jakarta saat ini tengah mempercepat tahapan perencanaan, termasuk desain dan uji tanah, agar proyek bisa segera dimulai tahun ini.
“Insyaallah pertengahan tahun ini kita lakukan groundbreaking. Desain kita percepat, kemudian soil test kita lakukan. Mudah-mudahan ini k...

2 hours ago
1




































