Peneliti Temukan Satwa Langka Macan Dahan-Kucing Merah di Wehea-Kelay Kaltim

1 hour ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Macan dahan. Foto: studio382.net/Shutterstock

Sejumlah satwa langka dan terancam punah ditemukan di bentang alam Wehea-Kelay, Kalimantan Timur. Di antaranya orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus morio), lutung kutai (Presbytis canicrus), rangkong gading (Rhinoplax vigil), trenggiling (Manis javanica), beruang madu (Helarctos malayanus), bangau Storm (Ciconia stormi), macan dahan (Neofelis diardi), dan kucing merah (Catopuma badia).

Temuan ini merupakan hasil penelitian kolaboratif yang melibatkan Universitas Mulawarman, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN). Hasil penelitian disampaikan dalam Simposium Biodiversitas Wehea-Kelay di Samarinda, Rabu (14/1).

Adapun Wehea-Kelay merupakan Kawasan Ekosistem Esensial. Bentang alam di luar kawasan konservasi resmi ini terletak di perbatasan Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau.

Dikutip dari keterangan pers YKAN, dari total luas Wehea-Kelay 532.143 hektare, hanya 19 persen yang berstatus hutan lindung. Sisanya berupa konsesi kehutanan, perkebunan, dan area kelola masyarakat. Meski demikian, kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi termasuk menjadi habitat satwa langka yang hampir punah seperti orangutan

Rektor Universitas Mulawarman, Prof. Abdunnur, menyambut baik hasil penelitian tersebut.

“Data dan temuan yang disampaikan menumbuhkan optimisme untuk perbaikan kawasan hutan, khususnya di Kalimantan. Temuan ini juga menjadi contoh bagaimana pengelolaan berbasis lanskap yang melibatkan multipihak dan multidisiplin dapat melindungi hutan dari ancaman degradasi,” ujarnya dikutip dari keterangan YKAN, Rabu (14/1).

Kamera jebak menangkap gambar Beruang Madu di bentang alam Wehea-Kelay. Foto: YKAN

YKAN menyebut, penemuan satwa-satwa langka ini merupakan bagian dari penelitian tematik biodiversitas yang dilakukan di 2025 di Bentang Alam Wehea-Kelay. Studi tersebut berhasil mengidentifikasi sebanyak 1.618 jenis flora dan fauna, di mana 38 persen di antaranya merupakan mamalia terestrial, 47 persen jenis burung, 20 persen reptil, dan 70 persen amfibi. Selain itu, ditemukan juga 88 jenis serangga dari taksa kupu-kupu dan kumbang sungut, serta 987 jenis tumbuhan hutan.

Peneliti Ahli Utama BRIN, Tri Atmoko, menyampaikan, salah satu metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu melalui pemantauan satwa liar dan tumbuhan, termasuk penggunaan teknologi kamera jebak dan perekam suara bioakustik. Ia menyebutkan, temuan terbaru ini menambah 275 jenis flora dan fauna jika dibandingkan penelitian serupa di tahun 2016 yang mencatat sebanyak 1.343 jenis.

“Selain karena metode yang digunakan lebih baik, pihak-pihak yang berkepentingan di Wehea-Kelay juga mempunyai komitmen, visi, dan misi yang sama terkait dengan pelestarian keanekaragaman rakyati yang ada di kawasan tersebut,” terang Tri.

Kamera jebak menangkap gambar satwa endemik lutung kutai di bentang alam Wehea-Kelay. Foto: YKAN

Direktur Eksekutif YKAN Herlina Hartanto dalam kesempatan yang sama menyampaikan, inisiatif kolaborasi pengelolaan sumber daya alam di Bentang Alam Wehea-Kelay, sudah dilakukan sejak tahun 2015. Kawasan ini ditentukan mengikuti sebaran orangutan Kalimantan, yaitu sungai-sungai besar seperti Sungai Kelay, Sungai Wehea, dan sebagian kecil hulu Sungai Telen.

Selain menjadi habitat satwa langka, Wehea-Kelay merupakan hulu penting bagi Sungai Mahakam dan Sungai Segah. Lebih dari 5.000 km daerah aliran sungai mengalir ke Kabupaten Berau dan Kutai Timur, memberikan jasa lingkungan seperti fungsi hidrologis dan udara bersih. Sekitar 80 persen dari luas Wehea-Kelay masih berupa hutan yang berpotensi menyimpan 191 juta ton CO₂ equivalen, sehing...

Read Entire Article