Paris (ANTARA) - Institut Statistik dan Studi Ekonomi Nasional (INSEE) Prancis pada Selasa (13/1) menyebutkan bahwa negara itu mengalami neraca populasi negatif pada 2025 untuk pertama kalinya sejak akhir Perang Dunia II, dengan angka kematian melebihi jumlah kelahiran.
Neraca populasi alami Prancis memasuki zona negatif pada 2025, dengan defisit 6.000 jiwa. Menurut INSEE, populasi Prancis pada 2025 diperkirakan mencapai 69,1 juta jiwa per 1 Januari 2026, meningkat 0,25 persen dari tahun sebelumnya.
INSEE menjelaskan bahwa pada 2025, sekitar 645.000 bayi lahir di Prancis, turun 2,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), menandai tahun keempat berturut-turut Prancis mencatat total kelahiran tahunan terendah sejak Perang Dunia II.
Sementara itu, angka kematian meningkat menjadi 651.000 pada 2025, naik 1,5 persen dibanding 2024. INSEE mengaitkan kenaikan tersebut terutama dengan epidemi influenza musim dingin parah yang terbukti sangat mematikan pada awal tahun tersebut.
Akibatnya, neraca populasi alami Prancis memasuki zona negatif pada 2025, dengan defisit 6.000 jiwa.
Menurut INSEE, angka harapan hidup saat kelahiran pada 2025 mencapai 85,9 tahun bagi perempuan dan 80,3 tahun bagi laki-laki.
Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

4 hours ago
1




































