Moskow (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri Iran pada Rabu mengatakan bahwa kebijakan peningkatan bea masuk AS untuk negara-negara yang berbisnis dengan Iran dapat memiliki konsekuensi berbahaya bagi perdagangan internasional.
Sebelumnya pada Senin (12/1), Presiden AS Donald Trump menulis di Truth Social bahwa negara mana pun yang berbisnis dengan Iran akan dikenakan tarif 25 persen untuk setiap aktivitas bisnis yang dilakukan dengan AS.
"Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran (Ismail Baghaei) mengingatkan tentang konsekuensi berbahaya dari tindakan paksaan sepihak oleh AS terhadap sistem perdagangan internasional," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Juru bicara itu juga menyoroti sifat ilegal dan tidak manusiawi dari sanksi ekonomi Amerika, serta kontradiksi sanksi tersebut dengan prinsip dan norma dasar yang berlaku dalam Piagam PBB dan hukum internasional, imbuh kementerian itu.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Trump ancam tindakan keras jika Iran eksekusi pengunjuk rasa
Baca juga: Soal tarif AS ke Iran, China tegaskan akan lindungi kepentingannya
Baca juga: Iran minta Sekjen, Dewan Keamanan PBB kecam AS untuk hasutan kekerasan
Penerjemah: Katriana
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

2 hours ago
1




































