Komisi IV DPR menggelar rapat kerja pemulihan pascabencana Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada Rabu (14/1). Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi IV Titiek Soeharto dan dihadiri Menteri Kelautan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Ada momen menarik dalam sesi diskusi ketika anggota Komisi IV dari Golkar, Ilham Pangestu, menegur Menteri KP. Ia sempat menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto kepada para menteri yang mengunjungi lokasi bencana jangan hanya selfie dan bagi-bagi bantuan sosial.
"Presiden mengatakan pejabat yang datang ke Aceh itu jangan hanya selfie-selfie untuk memberikan bansos, Pak," kata Ilham.
"Waktu saya di Aceh seminggu yang lalu, saya tahu, Menteri KP datang ke Kota Langsa, saya ada di Kota Langsa, saya dan teman-teman menunggu apa gerakan dari Kementerian KP, ternyata Menteri KP cuma bagi bansos ke daerah perkebunan yang seharusnya itu di wilayahnya Pak Mentan," tambah dia.
Ia mengaku sedih dan prihatin karena nelayan yang sudah menunggu kedatangan Menteri KP, malah tidak ditemui. Menteri KP pun disebut tidak mengunjungi tambak ikan yang rusak dan desa nelayan.
"Di situ ada desa nelayan Merah Putih tidak dikunjungi, ada nelayan-nelayan pesisir menunggu harapan dari Menteri KP untuk berkunjung ke Kota Langsa, tidak dikunjungi juga, dan tidak melihat tambak-tambak yang rusak di Kota Langsa maupun pelabuhan," kata Ilham.
"Kami saya dan teman-tema menunggu apa gerakan dari Pak Menteri ketika datang ke Langsa, ternyata Pak Menteri hanya bagi-bagi bansos daerah perkebunan, kami meninjau Pak, ada di Langsa, belum pulang karena Bapak hadir di sana, kami pantau," tutur dia.
Ilham menyebut, masalah ini harus ia sampaikan kepada publik. Ia menegaskan rakyat menunggu langkah nyata dari pemerintah untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
"Sebagai mitra saya perlu kasih tahu apa gerakan pascabanjir ini, apa yang harus kita lakukan, ini harus cepat segera," kata dia.
Wahyu Sakti Trenggono sempat menyampaikan permohonan maaf. Namun, permohonan maaf ini terkait dirinya yang berkunjung ke Aceh tapi tidak melapor kepada Anggota Komisi IV DPR utamanya yang berasal dari dapil Aceh.
"Mohon izin mohon maaf," kata Trenggono.
Ia mengenakan dirinya sempat ditelepon langsung Seskab Teddy Indra Wijaya. Teddy memberi tahu Aceh Tamiang tidak bisa ditembus saat awal bencana akhir November 2025. Ia menyebut, pihaknya merupakan yang pertama berhasil menembus Aceh Tamiang untuk menyerahkan bantuan.
"Tapi kami yang bisa pertama tembus di Aceh Tamiang, kami mohon maaf tak beri kabar soal itu," kata Trenggono.
Terkait dirinya yang tidak mengunjungi Kota Langsa, Trenggono hanya menjawab diplomatis. Ia pun menyebut, sudah mengunjungi tambak.
"Tidak ke Langsa, saya ke Desa Kuala Langsa, melihat tambak.. kejadiannya sama jadi di tambak sebelumnya sama, di situ juga sama," kata Trenggono.

2 hours ago
1




































