Zakat Belum Jadi Kekuatan Ekonomi, Potensi Rp327 Triliun Masih Mengendap

16 hours ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Potensi zakat nasional mencapai Rp327 triliun per tahun, tetapi realisasi penghimpunan yang tercatat baru sekitar Rp45 triliun. Kesenjangan ini menunjukkan zakat belum optimal berfungsi sebagai instrumen penggerak ekonomi syariah dan ketahanan sosial umat.

Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Muhammad Imaduddin Rahmat mengungkapkan, angka potensi tersebut dihitung oleh lembaga riset BAZNAS berdasarkan kondisi ideal ekonomi umat Muslim di Indonesia. Namun, data lapangan masih tertinggal jauh.

“Kami menghitung, jadi lembaga risetnya BAZNAS, itu menghitung potensi zakat infak sedekah setahun di Indonesia, itu mencapai Rp327 triliun. Tetapi hingga saat ini, yang sudah dilaksanakan, yang tercatat di dalam data baik oleh BAZNAS maupun oleh lembaga amil zakat yang lahir dari unsur masyarakat, itu mencatat baru sekitar Rp45 triliun setahun menurut data terakhir,” ujar Imaduddin dalam diskusi daring, Selasa (3/2/2026).

Ia menekankan, selisih besar antara potensi dan realisasi tersebut menandakan zakat belum sepenuhnya dimobilisasi sebagai kekuatan ekonomi. Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara potensi ideal dengan realisasi penghimpunan yang berhasil dikumpulkan.

Meski demikian, tren penghimpunan menunjukkan perkembangan positif. Imaduddin mencatat pertumbuhan rata-rata penghimpunan zakat, infak, dan sedekah mencapai 25–30 persen per tahun. Dari tahun ke tahun, jumlah penghimpunan terus meningkat dengan laju pertumbuhan yang cukup signifikan. “Artinya cukup signifikan,” tambahnya.

Ia juga menyoroti kuatnya modal sosial masyarakat Indonesia. Menurut Imaduddin, Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim memegang predikat “The most generous people in the world” atau bangsa paling dermawan di dunia.

Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Bukhari Muslim menilai tantangan zakat tidak hanya terletak pada besaran dana yang dihimpun, tetapi juga pada pola penyalurannya. Secara fikih, zakat diambil dari orang kaya untuk diberikan kepada fakir miskin. Namun, pendekatan konsumtif semata dinilai belum cukup menjawab persoalan ekonomi umat yang kompleks.

Ia menjelaskan, konsep zakat produktif menjadi kunci agar zakat tidak berhenti sebagai bantuan sementara. “Kalau dia itu fakir, jangan terus fakir. Caranya bagaimana? Jangan dikasih terus. Dikasih untuk kebutuhan pokoknya, tapi kemudian dikasih pancing,” jelasnya.

Menurut Bukhari, transformasi ke zakat produktif penting untuk menjadikan zakat sebagai penggerak ekonomi syariah yang berkelanjutan, tanpa mengabaikan pemenuhan kebutuhan dasar mustahik. “Ini tidak menafikan kebutuhan pokoknya,” tegasnya.

Dengan potensi besar yang masih mengendap, para pakar menekankan perlunya inovasi dalam penghimpunan dan penyaluran agar zakat benar-benar berfungsi sebagai kekuatan ekonomi umat.

Read Entire Article