Kunming (ANTARA) - Baru-baru ini, alpukat asal Provinsi Yunnan di China barat daya berhasil dikirim ke pasar Malaysia, menandai terobosan signifikan lainnya sejak alpukat Yunnan diekspor untuk pertama kalinya ke Singapura pada 2024 lalu.
Baik alpukat yang diekspor ke Singapura pada 2024 maupun yang baru dikirim ke Malaysia merupakan produk dari Mengnuo di wilayah Longling, Provinsi Yunnan.
Berkat keunggulan lokasi geografis di Longling, yang terletak di dekat cekungan Sungai Nujiang dengan tanah yang subur dan curah hujan yang memadai, alpukat Yunnan memiliki kualitas dan hasil panen yang menjanjikan.
Li Jiaozhu, manajer bidang bisnis internasional di Yunnan Bafang Agricultural Technology Development Co.,Ltd, selaku pihak pengelola basis penanaman alpukat Mengnuo, menjelaskan bahwa alpukat setempat memiliki level kepadatan dan rasa yang lebih tinggi dibanding beberapa jenis dari luar negeri.
"Dengan sistem logistik yang sangat efisien, alpukat kami dipetik dan diperiksa oleh bea cukai dengan cukup cepat, lalu dikirim dengan rantai dingin menuju bandara internasional Changshui di Kunming. Proses dari pemetikan hingga tiba di pasar Malaysia memakan waktu sekitar lima hari saja," urai Li.
Zhang Wei, manajer umum di perusahaan teknologi pertanian tersebut, menyatakan bahwa pihaknya aktif menjalin kerja sama dengan perusahaan mitra di Malaysia dan menyediakan layanan penyortiran, pengemasan, serta pengiriman yang dipersonalisasi dan andal
"Kami juga cermat meneliti potensi kemampuan penjualan dan kinerja pasar dari setiap mitra, sehingga dapat lebih mengakar di pasar Malaysia," imbuh Zhang.
Selain itu, perusahaannya sedang menjajaki pengolahan produk sampingan alpukat, seperti jelai, minyak, hingga produk kosmetik.
Shao Zongbi, pejabat dari Mengnuo, menguraikan bahwa otoritas setempat sepenuhnya mendukung pengembangan industri alpukat dengan menyediakan pencocokan tenaga kerja, memfasilitasi dan mengoordinasikan alih fungsi lahan dan layanan, dan sebagainya, yang bertujuan untuk memberikan jaminan yang kuat bagi pertanian alpukat.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

19 hours ago
2






































