Pertahanan Rakyat Semesta Berbasis Agama dalam Ketahanan Nasional 2045

2 hours ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ilustrasi simbol beberapa Agama. Foto: Shutter Stock

Pertahanan Rakyat Semesta Berbasis Agama menjadi relevan ketika ancaman terhadap negara bukan lagi selalu berbentuk serangan militer. Ancaman terhadap sebuah negara hari ini tidak lagi selalu datang dalam bentuk serangan militer.

Ia bisa hadir dalam wujud yang lebih halus: disinformasi, polarisasi identitas, radikalisme, konflik horizontal, hingga melemahnya kepercayaan publik terhadap negara. Dalam konteks Indonesia yang majemuk, ancaman semacam ini justru berpotensi lebih destruktif dibandingkan agresi bersenjata.

Indonesia sejak awal menganut Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), sebuah doktrin yang menempatkan rakyat sebagai subjek pertahanan, bukan sekadar objek yang dilindungi.

Pasal 30 UUD 1945 menegaskan bahwa pertahanan dilaksanakan oleh TNI dan Polri sebagai kekuatan utama, dengan rakyat sebagai kekuatan pendukung. Dalam kerangka ketahanan nasional, keterlibatan masyarakat menjadi elemen strategis dalam menghadapi ancaman non-militer yang semakin kompleks.

Ilustrasi kohesi masyarakat. Foto: Jonny Gios/Unsplash

Namun pertanyaannya: Bagaimana rakyat berperan dalam menghadapi ancaman non-militer yang semakin kompleks?

Agama sebagai Modal Sosial Pertahanan

Indonesia adalah negara dengan tingkat religiusitas tinggi. Jaringan organisasi keagamaan menjangkau hingga ke akar rumput, dengan tingkat kepercayaan sosial yang kuat.

Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, legitimasi keagamaan terbukti mampu mengonsolidasikan solidaritas dan keberanian kolektif rakyat. Namun konteks hari ini berbeda. Penjajahan fisik bukan lagi ancaman utama. Tantangan terbesar justru berada di ruang sosial, ideologis, dan kognitif masyarakat.

Jika ancaman kini bersifat non-militer, pertahanan pun tidak cukup hanya mengandalkan instrumen militer. Ketahanan sosial menjadi kunci. Dalam konteks ini, agama dapat diposisikan sebagai sumber daya moral dan sosial yang memperkuat daya tahan internal bangsa.

Bukan dalam arti menjadikan agama sebagai alat politik atau menggeser prinsip negara Pancasila, melainkan memanfaatkan nilai dan jejaring sosialnya untuk menopang stabilitas nasional.

Tiga Mekanisme Pertahanan Berbasis Agama

Ilustrasi pemuka agama saat memberikan ceramah. Foto: Getty Images

Pertama, internalisasi nilai keagamaan dalam pendidikan bela negara. Nilai seperti amanah, keadilan, pengorbanan, dan tanggung jawab sosial memiliki daya ikat moral yang kuat. Dalam situasi krisis—baik bencana alam, konflik sosial, maupun tekanan ekonomi—ketahanan masyarakat sangat bergantung pada karakter warganya.

Ketika warga memiliki disiplin moral, kejujuran, dan kesadaran kolektif, stabilitas lebih mudah dijaga. Sebaliknya, tanpa fondasi nilai, krisis mudah berubah menjadi kekacauan.

Ilustrasi ajaran agama. Foto: Shutter Stock

Kedua, pemberdayaan organisasi keagamaan sebagai penguat ketahanan komunitas. Organisasi keagamaan selama ini telah berperan dalam mitigasi bencana, mediasi konflik lokal, hingga menjaga ketertiban sosial di tingkat akar rumput. Kedekatan mereka dengan masyarakat memungkinkan deteksi dini potensi konflik.

Dalam berbagai situasi ketegangan, tokoh agama sering kali lebih didengar daripada aparat formal. Ini adalah kekuatan sosial yang tidak bisa diabaikan dalam sistem pertahanan non-militer.

Ketiga, penguatan moderasi beragama sebagai pencegah ancaman internal. Radikalisme dan konflik identitas berkembang ketika tafsir eksklusif mendominasi ruang sosial tanpa penyeimbang. Moderasi beragama bukan sekadar slogan toleransi, melainkan juga mekanisme pencegahan konflik.

Ilustrasi agama Konghucu. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Ketika masyarakat secara kolektif menolak legitimasi kekerasan atas nama agama, ruang gerak kelompok ekstrem menyempit. Stabilitas internal negara pun lebih terjaga.

Ketiga mekanisme ini bekerja secara simultan sebagai lapisan pertahanan sosial yang menopang sistem pertahanan semesta.

Relevansi Menuju 2045

Menuju tahun 2045, Indonesia diproyeksikan mencapai lebih dari 320 juta penduduk dengan dominasi usia produktif. Bonus demografi bisa menjadi kekuatan, tetapi juga bisa menjadi sumber kerentanan jika tidak diiringi penguatan nilai kewargaan dan kohesi sosial.

Tanpa fondasi moral dan solidaritas, populasi produktif yang besar justru berisiko terjebak dalam polarisasi identitas, mobilisasi massa yang tidak terkendali, dan penyebaran disinformasi yang masif. Instrumen keamanan konvensional tidak cukup untuk mengelola dinamika ini.

Ilustrasi masyaraka...
Read Entire Article