Tersesat di Rimba Aplikasi, Tantangan Birokrasi Masa Kini

1 day ago 10
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ilustrasi Aplikasi (Sumber: freepik.com)

Tahun lalu, Kementerian Komunikasi dan Digital menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 6 Tahun 2025 tentang Standar Teknis dan Prosedur Pembangunan dan Pengembangan Aplikasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Ada dua poin menarik dari aturan itu, yakni pentingnya interoperabilitas dan keberlangsungan layanan.

Selama ini, serbuan aplikasi pemerintah, alih-alih jadi pilihan dan lebih mudah, justru seperti mengantarkan kita untuk memasuki sebuah rimba digital yang penuh semak belukar icon, serta melahirkan kebingungan dalam lorong-lorong login yang berbeda.

Beberapa aplikasi juga ada yang setengah hati. Daftar online, tapi masih harus datang untuk konfirmasi dan membawa berkas fisik, lalu antre.

Ada pula fenomena lain, menggunakan media sosial sebagai layanan informasi, tetapi sebagian info yang dibagikan jarang diperbaharui. Akibatnya, ketika dibutuhkan, beberapa aturan teknis sudah berubah, sehingga penggunanya tetap harus bolak-balik mengurus persyaratan yang kurang.

Pemerintah seperti sedang tersesat pada fenomena "latah digital". Padahal, sejatinya digitalisasi bertujuan memangkas birokrasi, bukan malah melahirkan birokrasi jenis baru: birokrasi aplikasi.

Wabah Satu Inovasi, Satu Aplikasi

Salah satu pintu masuk fenomena digitalisasi dalam pemerintahan selama ini adalah kesalahpahaman mendasar tentang inovasi. Mereka, memaknai kreativitas digital dengan membuat aplikasi baru. Bahkan kehadirannya didorong melalui lomba-lomba inovasi pelayanan publik di berbagai tingkatan.

Akibatnya, tidak heran bila sampai tahun 2023, tercatat ada lebih dari 27.000 aplikasi milik instansi pemerintah di berbagai tingkatan. Jangan tanya berapa anggaran pembuatan yang sudah dikeluarkan.

Sepertinya, ada dorongan narsistik dalam birokrasi, yang menyebabkan setiap pergantian pimpinan atau setiap proyek perubahan harus menghasilkan sesuatu yang terlihat kekinian dengan jargon digital. Aplikasi dianggap sebagai monumen keberhasilan paling mudah. Akibatnya, masalah yang dulu berwujud tumpukan berkas di meja, kini bermigrasi menjadi tumpukan aplikasi yang “tidak saling kenal” satu sama lainnya.

Sedihnya, banyak usia pakai aplikasi-aplikasi tersebut sangat rendah dan akhirnya bernasib seperti zombie, hidup segan, mati tak mau. Sementara, pada saat diluncurkan, acaranya begitu semarak dengan seremoni, potong pita, dan rilis media.

Coba perhatikan dengan saksama, ada berapa aplikasi yang terus hidup dan benar-benar berguna? Yang sering kita lihat justru munculnya berbagai persoalan. Mulai dari aplikasi yang error, server down, out of date atau fitur chat yang tidak pernah dibalas oleh admin.

Tak berlebihan bila aplikasi itu disebut sebagai sampah digital. Hanya memenuhi memori gawai, tanpa memberikan nilai tambah dalam pelayanan publik.

Jika selama ini birokrasi pemerintah dikenal kaku, berbelit-belit serta cenderung menutup diri dari partisipasi publik. Maka, kehadiran internet dan meluasnya penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), hendaknya menjadi salah satu pintu masuk atas reformasi birokrasi dan pelayanan publik.

Tapi, pemanfaatan teknologi dalam birokrasi kita dihadapkan pada banyak tantangan. Salah satu yang paling sering muncul adalah persoalan keamanan sistem yang berimbas pada keamanan data, sinkronisasi antar aplikasi ...

Read Entire Article