Moskow (ANTARA) - Pemerintah Spanyol menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian yang dibentuk atas inisiatif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, demikian disampaikan kantor Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Jumat (23/1).
“Terkait Dewan Perdamaian untuk Jalur Gaza, perdana menteri telah mengumumkan keputusan otoritas Spanyol untuk tidak berpartisipasi dalam inisiatif ini,” bunyi pernyataan kantor Sanchez.
Keputusan tersebut, menurut pernyataan itu, didasarkan pada sikap konsisten Spanyol dalam mendukung tatanan dunia multipolar, hukum internasional, serta sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sanchez menegaskan bahwa rakyat Palestina sendiri harus menentukan masa depan Palestina. Sementara itu, isu mengenai hidup berdampingan secara damai dan aman dengan Israel harus diselesaikan melalui dialog antara para pihak, kata kantor perdana menteri.
Perdana Menteri Spanyol itu juga menilai solusi dua negara tetap menjadi satu-satunya jalan yang layak untuk mencapai penyelesaian jangka panjang di Jalur Gaza.
Pada 16 Januari, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian yang mencakup Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump Steve Witkoff, menantu Trump Jared Kushner, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, serta Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.
Presiden AS itu juga mengundang para pemimpin sejumlah negara, termasuk Rusia dan Belarus, untuk bergabung dalam dewan tersebut.
Pada Kamis (22/1), piagam Dewan Perdamaian resmi mulai berlaku.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Pengamat UI: Dewan Perdamaian Gaza perlu diawasi secara ketat
Baca juga: RI harus pastikan Dewan Perdamaian tak jadi alat usir warga Gaza
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

9 hours ago
1






































