Sisi Lain Anak Bungsu: Kesenjangan Komunikasi dalam Dinamika Keluarga

1 day ago 11
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Foto anak bungsu mengintip dari balik pintu saat keluarga berdiskusi serius (sumber: GPT AI)

Anak bungsu sering di anggap sebagai posisi anak yang paling diuntungkan. Sering dianggap selalu dimanja, dilindungi, dimudahkan semua jalannya. Namun, pada kenyataannya tidak semua anak bungsu berada di posisi seperti itu merasakan adanya privillage itu, malah mereka terkadang merasa tertinggal, kesepian, bahkan sampai terasa jauh dengan keluarga.

Sebagai anak perempuan terakhir saya sangat merasakan bahwa kalimat, "Enak banget jadi anak terakhir, udah tenang. Kakak-kakaknya udah pada kerja kamu tinggal santai." adalah omong kosong belaka. Mungkin untuk beberapa orang dan di beberapa aspek, itu adalah benar.

Namun, jika dilihat secara keseluruhan, kalimat itu jauh dari realitasnya. Saya sebagai anak bungsu, malah merasa sebaliknya. Karena, kakak kita juga sudah punya kehidupan mereka sendiri, apalagi jarak umur kami cukup jauh. Mereka sudah bersama dunia mereka, dan kita jug tetap harus menjalani hidup di dunia sendiri.

Anak Bungsu Biasanya Tidak Diikutsertakan dalam Komunikasi Keluarga

Dalam komunikasi keluarga, umumnya seorang anak bungsu biasa selalu tidak diajak untuk berdiskusi. Kata mereka, kamu masih terlalu kecil belum mengerti hal dewasa. Sama seperti yang dikatakan Blair, L. (2011). Pada bukunya yang berjudul Birth Order: What Your Position in the Family Really Tells You About Your Character. (Piatkus Publishing), "Seorang anak dengan jarak lima tahun atau lebih dari saudara terdekatnya sering kali secara psikologis berfungsi sebagai anak tunggal. Mereka menyaksikan 'dunia dewasa' saudara dan orang tua mereka dari kejauhan."

Posisi sebagai pengamat dari kejauhan inilah yang membuat rumah menjadi terasa sunyi, walaupun secara fisik tidak kosong. Saat semua orang sibuk dengan urusan masing-masing, si anak bungsu hanya bisa memperhatikan pintu kamar mereka yang tertutup atau mendengar percakapan yang tidak melibatkan si anak bungsu.

Sebagai anak bungsu, saya juga merasa bahwa komunikasi dengan saya di rumah hanya bersifat instruksi, seperti, "sudah makan?" atau "kerjakan tugasmu", bukan yang bersifat koneksi, seperti, "apa yang kamu pikirkan hari ini?" atau saat diskusi keluarga ditanyakan pendapat. Sehingga berdampak pada si bungsu yang merasa tidak memiliki tempat dalam narasi keluarga

Kondisi seperti itu pun membuat anak bungsu merasakan ingin memiliki seorang adik. Bukan hanya untuk mencari teman bermain, melainkan mencari seseorang yang setara untuk diajak berbicara atau berdiskusi tanpa merasa "paling kecil" atau "tidak tahu apa-apa", yang di mana itu dapat ditemukan pada seorang teman atau adik.

Seperti yang dijelaskan oleh Alfred Adler, seorang psikolog yang meneliti urutan kelahiran, bahwa anak bungsu sering merasa kesepian karena tidak memiliki "pengikut" di dalam rumah. "Anak bungsu berada dalam posisi yang aneh; mereka tidak memiliki penerus. Dalam keluarga di mana setiap orang sibuk dengan perkembangan mereka sendiri, anak bungsu mungkin menderita karena kurangnya persahabatan, yang memicu keinginan mendalam untuk memiliki seseorang 'di bawah' mereka untuk dirawat." Katanya dalam The Science of Living. Routledge.

Keinginan untuk memiliki seseorang yang dapat dirawat juga tidak sepenuhnya tentang kuasa, tetapi tentang kesempatan untuk terlibat. Ketika sejak awal anak bungsu lebih sering menjadi pendengar, pengamat, atau sekadar penerima instruksi, muncul dorongan untuk memiliki relasi di mana mereka dapat berperan , hadir, dan dianggap. Relasi tersebut menjadi bentuk pencarian atas keterlibatan emosional yang selama ini tidak mereka rasakan.

Dengan demikian, kesepian yang dirasakan anak bungsu bukan sekadar muncul tanpa sebab, tapi hasil dari dinamika keluarga yang menempatkan anak bungsu di posisi terakhir, baik secara umur maupun secara komunikasi. Ketika suara anak bungsu jarang didengar.

Read Entire Article