Di balik hiruk-pikuk lalu lintas Manggarai, Jakarta Pusat, terdapat deretan lapak yang menjajakan perlengkapan sanitari bekas. Mulai dari kloset, wastafel, hingga bak mandi, barang-barang tersebut kembali kinclong seperti barang baru di sentra sanitari yang berjejer di sekitar Rumah Susun Pasar Rumput.
Berdasarkan pantauan kumparan, setidaknya ada tujuh hingga sepuluh toko sanitari berdiri berdekatan di sepanjang ruas jalan tersebut, menawarkan beragam model dan merek, dari produk populer seperti Toto hingga American Standard.
Salah satu pedagang, Ali, mengaku telah menekuni usaha ini selama sekitar lima tahun. Ia menuturkan, seluruh barang yang dijual merupakan sanitari bekas yang dikumpulkan dari berbagai tempat, mulai dari perkantoran, hotel, hingga kawasan perumahan.
“Kebanyakan dari perkantoran dari hotel-hotel dari perumahan juga ada. (Nanti) Proses lagi, dicuci ulangi, semua dibersihin. Dicat sebagian kalo ada gompal,” kata Ali kepada kumparan di sentra sanitari bekas di Kawasan Pasar Rumput, Jakarta, Rabu (21/1).
Ali mengungkapkan, lapaknya selalu ada pembeli setiap hari, meski hanya satu pembeli. “Kalau untuk pembeli sih bisa dipastikan ada saja setiap hari, karena kan dia cari yang istilahnya, miring harganya ya dibanding harga baru,” tutur Ali.
Sebagai contoh, jika harga baru sebuah produk seperti American Standard mencapai sekitar Rp 1,5 juta, maka barang bekasnya dijual sekitar Rp 750 ribu, tentu dengan kualitas yang kelihatan seperti barang baru. Selain itu, ia mengatakan wastafel yang dijual juga merupakan barang bekas yang telah dibersihkan dan diperbaiki kembali sebelum dijual.
“Wastafel juga semua bekas. Iya dicuci lagi. Setiap hari ada (yang beli) walaupun yang kecil-kecilan kayak belinya perlengkapan, isi dalamnya,” ungkap Ali.
Ali mengatakan, pasokan barang bekas hampir selalu ada setiap hari karena berasal dari pemasok atau pengepul. Pihak toko tidak mencari barang secara langsung, melainkan menerima tawaran dari pengepul yang membawa barang bongkaran dari kantor atau tempat lain.
“Setiap hari hampir ada karena kan dia ada pemasoknya, ada tengkulaknya, bukan kita yang cari. Orang nawarin banyak. Ada bongkaran di kantor contoh, satu sampel, begitu cocok ya kita beli,” sebut Ali.
Tak jauh dari lapak Ali, seorang pedagang bernama Warjut menyampaikan telah berjualan barang-barang sanitari bekas sejak 1990-an. Barang-barang dagangan Warjut juga berasal dari berbagai tempat, seperti rumah tinggal dan hotel. Warjut mengatakan, pemilik barang biasanya menjual langsung ke tokonya, terutama barang hasil bongkaran.
“Iya (mereka) jual ke sini, (barang) bekas, bongkaran. (Alasannya) banyak, ada yang ganti, kadang bosan,” kata Warjut kepada kumparan.
Setiap barang yang sampai di tokonya akan dibersihkan terlebih dahulu. Jika kondisi barang masih mulus dan tidak mengalami kerusakan besar, hanya kotor, maka barang tersebut akan dibersihkan, dipoles, dan dilengkapi kembali dengan bagian pendukung seperti alasnya.
Warjut menyebutkan, harga jual bergantung pada model dan merek barang. Produknya yang dijual berada di kisaran Rp 850 ribu hingga Rp 900 ribu. “Ada yang leb...

3 hours ago
2




























