Riset Fitofarmaka Dorong Kemandirian Obat Nasional, Akses JKN Masih Jadi Tantangan

1 day ago 9
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Upaya mendorong kemandirian obat nasional berbasis kekayaan hayati Indonesia terus diperkuat melalui pengembangan fitofarmaka. Namun, optimalisasi pemanfaatannya di dalam sistem kesehatan nasional masih menghadapi tantangan, terutama terkait integrasi ke dalam formularium Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Fitofarmaka merupakan kategori tertinggi dari Obat Modern Alami Integratif (OMAI), yang mensyaratkan pembuktian khasiat melalui uji klinis, jaminan keamanan, serta pemenuhan standar mutu yang setara dengan obat modern. Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), hingga kini terdapat 18 Nomor Izin Edar (NIE) fitofarmaka di Indonesia, di mana sebagian besar dikembangkan melalui riset jangka panjang berbasis biodiversitas lokal.

PT Dexa Medica menjadi salah satu pelaku utama dalam pengembangan segmen ini. Perusahaan ini mengembangkan 15 dari total 18 produk fitofarmaka yang telah memperoleh izin edar BPOM. Riset tersebut dilakukan secara berkelanjutan sejak pendirian Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) pada 2005, dengan pendekatan yang mengintegrasikan eksplorasi bahan alam, standardisasi bahan baku, hingga uji klinis.

Direktur Utama Dexa Medica, V. Hery Sutanto, mengatakan bahwa pengembangan fitofarmaka bukan sekadar inovasi produk, melainkan bagian dari kontribusi strategis untuk memperkuat kemandirian obat nasional. Menurutnya, industri farmasi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pilihan terapi yang aman, berkhasiat, dan berbasis sains.

“Pengembangan OMAI menjadi salah satu cara untuk memaksimalkan potensi biodiversitas Indonesia agar mampu menjawab kebutuhan terapi masyarakat sekaligus memperkuat sistem kesehatan nasional,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Business Development and Scientific Affairs Director Dexa Medica, Prof. Raymond Tjandrawinata, menegaskan bahwa riset fitofarmaka sejak awal diarahkan untuk menjembatani kekayaan alam Indonesia dengan standar ilmiah modern. Ia menilai, fitofarmaka saat ini sudah berada pada fase kesiapan untuk berkontribusi lebih luas dalam layanan kesehatan nasional.

“Setelah lebih dari dua dekade riset dan pembuktian ilmiah, fitofarmaka Indonesia tidak lagi sekadar menjadi terapi alternatif, tetapi bagian dari solusi berbasis sains. Tantangannya kini adalah bagaimana memperluas akses, terutama melalui integrasi ke dalam formularium JKN,” ujar Prof. Raymond.

Senada, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, menilai pemanfaatan fitofarmaka di Indonesia belum optimal, meski riset dan produknya terus berkembang. Salah satu kendala utama, kata dia, adalah belum masuknya sebagian besar fitofarmaka ke dalam formularium nasional (fornas).

“Sebagian besar masyarakat Indonesia merupakan peserta JKN, sehingga penggunaan obat sangat bergantung pada daftar fornas. Selama fitofarmaka belum masuk, maka pemanfaatannya akan terbatas,” kata Prof. Ari.

Menurutnya, integrasi fitofarmaka ke dalam fornas membutuhkan sinergi kebijakan antara regulator, akademisi, dan industri. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, potensi fitofarmaka untuk memperluas akses terapi, mengurangi ketergantungan impor obat, serta memperkuat sistem kesehatan nasional dinilai sangat besar.

Dalam momentum peringatan 25 tahun BPOM, Dexa Medica turut menerima BPOM Achievement Award 2026 dalam kategori Pelopor Produsen Fitofarmaka Terbanyak di Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar kepada Direktur Utama Dexa Medica V. Hery Sutanto.

Selain Dexa Medica, BPOM juga memberikan penghargaan kepada PT Etana Biotechnologies Indonesia sebagai Perusahaan yang Peduli terhadap Kesehatan Perempuan melalui Gerakan Sejuta Vaksin HPV, serta PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk sebagai Pelopor Herbal Indonesia – Penjaga Marwah Jamu Aman Nasional.

Read Entire Article