Psikolog Ingatkan Gen Z Jangan Gampang Terpengaruh Konten Nikah Muda

1 day ago 11
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kreator konten @azkiave menuai kritik di media sosial (medsos) karena dianggap menjadikan pernikahan muda sebagai bagian dari personal branding. Banyak warganet menilai kontennya mendorong perempuan untuk cepat menikah.

Azkiave sendiri diketahui memutuskan berhenti melanjutkan sekolah dan menikah pada usia 19 tahun dengan pria berusia 29 tahun. Menanggapi hal ini, Guru Besar Psikologi dari Universitas Indonesia Prof Rose Mini Agoes Salim menyatakan anak muda terutama generasi Z perlu menyikapi konten pernikahan dini dengan bijak.

Menurutnya, konten semacam itu biasanya hanya menampilkan sisi manis saja, tanpa memberi gambaran soal tanggung jawab, konflik, atau tantangan yang akan dihadapi dalam pernikahan. "Orang yang mempropagandakan menikah dini biasanya hanya menampilkan sisi manisnya saja. Mereka bilang enak, kita bisa cepat jadi halal dan melakukan apa saja, tidak dianggap zina. Tapi mereka suka lupa dengan tanggung jawab dan tantangan nyata di pernikahan. Padahal hal-hal itu sangat penting," kata Rose saat dihubungi Republika, Senin (5/1/2026).

Prof Rose mengatakan menikah, baik di usia muda maupun usia matang, memang memiliki kemungkinan akan langgeng. Namun menurut dia, bagi yang menikah usia muda, terlalu banyak hal yang mesti diperhatikan oleh kedua pihak karena baik suami maupun istri mash dalam tahap perkembangan diri.

"Mereka harus menyesuaikan diri dengan diri sendiri, pasangan, dan bahkan nantinya sebagai orang tua. Pada usia muda, keberhasilan pernikahan itu tidak bisa dipastikan," kata dia.

Sebelum akhirnya memutuskan menikah, Prof Rose menekankan pentingnya memastikan kesiapan psikologis. Menurut dia, pasangan muda perlu memahami kapasitas diri masing-masing, termasuk self-esteem (harga diri) dan self-efficacy (keyakinan diri).

Setelah mengenal diri sendiri, pasangan harus menilai tanggung jawab yang dibutuhkan sebagai suami atau istri, sekaligus kemampuan beradaptasi dengan pasangan yang memiliki keinginan dan cita-cita berbeda. Jika tidak mampu menemukan jalan tengah, konflik kecil bisa berkembang menjadi masalah besar dalam rumah tangga.

"Harus memotret diri sendiri dan calon pasangan, apakah sudah sama-sama siap. Mereka punya gambaran yang bagaimana tentang dirinya? Apakah dia benar-benar mampu menghargai diri dan pasangan? Terus sudah bisa nyari jalan tengah enggak? Seperti itu," kata Prof Rose.

la juga mengimbau masyarakat, terutama anak muda, untuk selalu bersikap kritis terhadap berbagai konten dan pengaruh di media sosial, terutama yang terkait pernikahan. Menurutnya, keputusan menikah harus dipertimbangkan matang-matang dan disesuaikan dengan kesiapan diri.

"Jadi penting bagi warganet untuk lebih kritis melihat konten viral. Jangan mudah terbawa tren, karena influencer pun belum tentu bahagia atau mampu menghadapi masalah rumah tangganya secara nyata. Yang paling penting adalah menilai kesiapan diri sendiri sebelum memutuskan menikah," kata Prof Rose.

Read Entire Article