Mensesneg sebut proyek "Waste to Energy" PSEL diluncurkan di 34 titik.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Pemerintah Indonesia akan segera memulai proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste to Energy (PSEL) di 34 titik. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa proyek ini akan diluncurkan mulai bulan ini hingga Maret mendatang.
Proyek PSEL ini merupakan bagian dari program hilirisasi yang bertujuan untuk mengolah volume sampah harian yang mencapai lebih dari 1.000 ton. Prasetyo menjelaskan bahwa pengimplementasian proyek ini krusial untuk menangani penumpukan sampah yang dapat menimbulkan risiko lingkungan dan kesehatan.
Pemerintah menargetkan proyek ini dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi konvensional seperti batu bara dan mendukung kemandirian energi nasional. Selain itu, proyek ini menjadi salah satu dari 18 proyek hilirisasi strategis dengan nilai investasi mencapai Rp600 triliun, yang dipimpin oleh Danantara Indonesia.
Teknologi dan Manfaat Proyek
Proyek PSEL menggunakan teknologi untuk mengubah sampah yang tidak dapat didaur ulang menjadi energi seperti panas, listrik, atau bahan bakar alternatif. Selain mengurangi volume sampah terbuka, teknologi ini juga diharapkan dapat menekan ketergantungan pada energi konvensional.
Selain proyek PSEL, Prasetyo juga menyebut pemerintah akan memulai groundbreaking proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). Proyek ini bertujuan untuk mengolah batu bara rendah kalori menjadi gas alternatif, yang diharapkan dapat mengurangi kebutuhan Indonesia terhadap gas LPG.
“Kemudian juga ada beberapa program yang berkenaan dengan energi, program-program di bidang pertanian juga,” tutup Prasetyo.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 day ago
10




































