Jakarta (ANTARA) - Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-12 yang saat ini bertugas di Jalur Gaza, Palestina, mengatakan infeksi saluran napas bawah dan cuaca musim dingin ekstrem menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga di tengah kehancuran sistem kesehatan.
"Cuaca dingin di tengah kondisi tenda pengungsian yang tidak layak membuat angka infeksi saluran napas di Gaza terus meningkat. Ditambah lagi, blokade dari penjajah menyebabkan keterbatasan obat-obatan dan fasilitas medis," ujar salah satu relawan MER-C, Nadia Rosi, dalam siaran pers di Jakarta, Jumat.
Mohamad Reynaldi, dokter yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Syuhada Al Aqsa, menyebutkan bahwa lebih dari 50 persen pasien yang datang ke IGD mengalami gejala infeksi saluran napas.
Sementara itu, dokter di ruang rawat inap, Ni Nyoman Indirawati Kusuma, menyampaikan bahwa dua dari tiga pasien yang dirawat terdiagnosis infeksi saluran napas bawah, baik akibat virus maupun bakteri, seperti dikutip.
"Tidak sedikit pasien yang kemudian mengalami gagal napas dan membutuhkan perawatan intensif," katanya.
Indira, satu-satunya dokter konsultan paru yang saat ini bertugas di Gaza, mengatakan keterbatasan pemeriksaan laboratorium dan obat-obatan semakin mempersulit penanganan pasien, terutama yang mengalami gagal napas.
"Di sini tidak ada pemeriksaan rapid antigen atau PCR untuk mendeteksi virus, sehingga kami menangani pasien berdasarkan penilaian klinis," katanya.
Indira menambahkan bahwa saat ini hanya tersedia satu jenis obat antivirus, yaitu oseltamivir. "Bahkan untuk pemeriksaan sel darah putih pun harus melalui permintaan khusus karena keterbatasan reagen," katanya.
Baca juga: RI harus pastikan Dewan Perdamaian tak jadi alat usir warga Gaza
Baca juga: Lagi, bayi di Gaza meninggal akibat cuaca dingin ekstrem
Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

13 hours ago
1






































