Dunhuang, China (ANTARA) - Ketika kita berbicara tentang Dunhuang, hal pertama yang terlintas di benak mungkin adalah Gua Mogao.
Pada 366 Masehi, seorang biksu tiba di lokasi tersebut dan melihat cahaya keemasan terpancar di atas Gunung Mingsha. Terinspirasi oleh pemandangan itu, sang biksu mulai menggali sebuah gua dan mempraktikkan ajaran Buddha di sana.
Dibangun pada periode abad ke-4 hingga ke-14, Gua Mogao menjadi rumah bagi 735 gua, 45.000 meter persegi mural, dan lebih dari 2.000 patung berwarna-warni.
Berdiri di gurun yang luas sekitar 30 kilometer dari Gua Mogao, menara setinggi 260 meter menjulang untuk menangkap sinar matahari.
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) termal garam cair (molten-salt) berkapasitas 100 megawatt ini menghasilkan listrik hijau, mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 350.000 ton per tahun.
Dunhuang, yang terletak di Provinsi Gansu, China, tidak hanya memiliki warisan sejarah yang mendalam, tetapi juga mencatatkan perkembangan yang pesat saat ini. Dan kisahnya, yang ditulis oleh rakyat, terus berlanjut.
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) termal garam cair (molten-salt) berkapasitas 100 megawatt di Dunhuang, Provinsi Gansu, China. (Xinhua)Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

18 hours ago
2






































