Menhan tekankan patriotisme untuk prajurit TNI di perbatasan RI-Timor Leste.
REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG, – Menteri Pertahanan Sjafrie Samsoeddin menegaskan pentingnya patriotisme yang kuat bagi prajurit TNI yang bertugas di sepanjang perbatasan Indonesia-Timor Leste. Pernyataan ini disampaikan saat memberikan pengarahan kepada prajurit Batalyon Infanteri Pengembangan Teritorial 877/Biinmaffo di Biinmaffo, Kabupaten Timor Tengah Utara, pada Jumat.
Menurut Samsoeddin, patriotisme bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi harus tertanam dalam jiwa dan raga setiap prajurit, didukung oleh kesiapan fisik dan mental yang prima. Beliau mengapresiasi semangat prajurit muda yang dengan penuh kesadaran siap membela bangsa dan negara.
Samsoeddin menekankan bahwa pengabdian militer memerlukan dedikasi, disiplin, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan, terutama di daerah perbatasan. Prajurit yang bertugas di perbatasan adalah garda terdepan penjaga kedaulatan nasional.
Ia menambahkan, pelatihan, kesiapan, dan penempatan prajurit merupakan tanggung jawab besar dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Samsoeddin juga mengingatkan bahwa TNI adalah tentara rakyat yang harus dekat dengan masyarakat dan memberikan manfaat nyata.
Prajurit berasal dari rakyat dan didanai oleh rakyat, oleh karena itu, pengabdian mereka harus sepenuhnya didedikasikan untuk kepentingan publik tanpa diskriminasi berdasarkan etnis, agama, atau latar belakang. "Kehormatan TNI harus selalu dijunjung tinggi, karena kepercayaan publik adalah fondasi utama kekuatan dan martabatnya," tambahnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 week ago
13







































