Komisi II Bahas RUU Pemilu: Perkuat Bawaslu, Sengketa Jangan Numpuk di MK

22 hours ago 7
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Suasana rapat Komisi II DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Selasa (3/2/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Komisi II DPR RI menyoroti mekanisme penyelesaian sengketa pemilu dalam pembahasan revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu.

Salah satu usulan yang mengemuka adalah penguatan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar menjadi lembaga peradilan pemilu tingkat pertama, sementara Mahkamah Konstitusi (MK) berperan sebagai lembaga banding.

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, menilai penyelesaian sengketa Pemilu selama ini terlalu menumpuk di MK. Ia mengusulkan agar seluruh persoalan kepemiluan di tingkat bawah dapat diselesaikan lebih awal di Bawaslu.

“Saya justru ingin kita dalami, apakah Bawaslu dibubarkan atau justru diperkuat? Menurut saya, pengadilannya itu ada di bawah, MK menjadi tempat banding. Jadi seluruh persoalan diselesaikan di bawah, tidak semuanya bertumpuk ke MK,” ujar Deddy dalam rapat dengar pendapat bersama sejumlah ahli di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (3/2).

Gedung Bawaslu di Thamrin, Jakarta Pusat. Foto: Shutter Stock

Menurut Deddy, dengan adanya lembaga peradilan khusus kepemiluan di tingkat bawah, sengketa bisa diputus lebih cepat tanpa harus menunggu proses panjang hingga tahapan pemungutan suara selesai.

“Kenapa tidak ada lembaga pengadilan khusus kepemiluan, sehingga semua persoalan di lapangan bisa langsung disidangkan dan diputus pada saat itu juga,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar, Taufan Pawe. Ia menolak wacana peniadaan Bawaslu dan justru menilai lembaga pengawas Pemilu itu perlu diberi kewenangan lebih luas untuk mengatasi berbagai persoalan penyelenggaraan Pemilu.

“Penyelenggara saja bisa carut-marut seperti ini. Yang perlu dipikirkan adalah bagaimana menghadirkan penyelenggara yang betul-betul berintegritas untuk mengawal sistem demokrasi kita,” ujar Taufan.

Ia mengusulkan agar Bawaslu diberikan kewenangan yang lebih besar, atau dibentuk sistem peradilan Pemilu tersendiri untuk mengatasi hambatan penegakan hukum kepemiluan, termasuk persoalan di Sentra Gakkumdu.

“Kalau memang kebobrokan sistem kepemiluan selama ini karena penyelenggara, justru kita harus membuka ruang dan memberikan kewenangan luas. Kalau perlu, dihadirkan sistem peradilan pemilu,” tuturnya.

Sidang Gugatan Parpol Terhadap KPU di Bawaslu RI Foto: Dok. Humas Bawaslu RI

Sementara Wakil Ketua Komisi II DPR Arya Bima menegaskan pentingnya penguatan lembaga penyelenggara Pemilu, baik KPU maupun Bawaslu, terutama untuk menghadapi tantangan partisipasi pemilih muda dan pengawasan pascapemilu.

“KPU dan Bawaslu tentu harus diperkuat. Tahapan pemilu, saat pemilu, hingga pasca kompetisi tidak mudah. Apalagi pemilih muda yang ke depan mencapai sekitar 67 persen dan rata-rata kurang tertarik pada pemilu maupun partai politik. Ini perlu ada penguatan atau empowering,” kata Arya.

Pembahasan mekanisme penyelesaian sengketa pemilu ini menjadi salah satu isu krusial dalam revisi RUU Pemilu yang saat ini tengah digodok Komisi II DPR.

Read Entire Article