Jakarta (ANTARA) - Ketahanan dan transisi energi menjadi prioritas Indonesia sehingga pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) mendukung peralihan menuju energi bersih.
Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Grata Endah Werdaningtyas setelah Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Slovakia Juraj Blanar menyampaikan pernyataan pers bersama di Jakarta pada Selasa (3/2).
Disebutkan dalam pernyataan itu, Indonesia dan Slovakia sepakat meningkatkan kerja sama di sektor transisi energi, swasembada pangan, dan kesehatan, dengan Slovakia menawarkan keahlian di bidang nuklir kepada Indonesia.
Greta mengatakan Slovakia memiliki kapasitas dalam pengembangan dan penonaktifan (decommission) fasilitas nuklir, serta berpengalaman dalam pengawasan dan pengamanan (safeguard) program nuklir.
"Isu safeguard, limbah, dan keselamatan pasca-penutupan PLTN menjadi perhatian penting, dan tidak semua negara, termasuk di Eropa, memiliki kapasitas decommission," katanya.
Grata juga mengatakan kedua negara akan memperkuat kerja sama pertanian menyusul keberhasilan penelitian Universitas Andalas dan universitas di Slovakia dalam mengembangkan varietas gandum yang dapat ditanam di iklim tropis.
Selain itu, Indonesia dan Slovakia membuka peluang peningkatan kerja sama pertahanan.
"Ada pembicaraan bagaimana meningkatkan kerja sama pertahanan, bukan hanya alutsista, tetapi juga joint cooperation untuk peningkatan kapasitas, joint development, dan lain-lain," ujar Grata.
Di tingkat teknis, Indonesia memiliki sejumlah mekanisme bilateral, termasuk forum konsultasi bersama dan komite ekonomi, yang menjadi fondasi penting dalam memperkuat kerja sama kedua negara.
Ke depan, kata Grata, apabila kemitraan strategis terbentuk, mekanisme tersebut perlu dimanfaatkan untuk meninjau kesepakatan yang ada agar tidak tumpang tindih serta memastikan kerja sama berjalan terstruktur.
Ia menambahkan bahwa strateginya adalah memastikan setiap elevasi kerja sama bilateral memiliki nilai tambah dan manfaat.
"Jadi, tidak semua sektor kita jajaki. Kita memastikan (hanya) sektor-sektor yang memberikan keuntungan bagi kedua negara," ujar Grata.
Baca juga: PLN ajak perguruan tinggi kembangkan PLTN pertama di Indonesia
Baca juga: Rusia siap bantu kembangkan PLTN, ESDM cari yang kompetitif
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

15 hours ago
1






































