Teheran (ANTARA) - Kantor Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Minggu (1/2) merilis daftar yang mencantumkan 2.986 orang yang tewas dalam kerusuhan baru-baru ini di negara itu.
Dalam pernyataan yang diunggah di situs webnya, Kantor Presiden Iran menyatakan daftar tersebut, yang mencakup baik warga sipil maupun personel keamanan, disusun berdasarkan data yang disediakan oleh Organisasi Kedokteran Forensik (Legal Medicine Organization) Iran atas perintah Pezeshkian.
Kantor tersebut menyebutkan jumlah korban tewas secara keseluruhan mencapai 3.117 orang, yang berarti 131 korban masih belum teridentifikasi. Kantor Pezeshkian berjanji akan merilis daftar tambahan setelah identitas mereka dipastikan.
Pernyataan itu menekankan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas, seraya menyebutkan bahwa semua korban adalah anak-anak Iran dan berjanji bahwa tidak akan mengabaikan satu pun keluarga korban yang berduka.
Aksi protes yang berlangsung selama beberapa pekan akibat depresiasi tajam nilai tukar rial melanda kota-kota di seluruh Iran sejak akhir Desember 2025 hingga Januari 2026.
Awalnya berlangsung damai, demonstrasi tersebut kemudian meningkat menjadi bentrokan yang menyebabkan korban jiwa dan aksi perusakan terhadap properti publik, termasuk masjid, gedung pemerintah, dan bank. Teheran menyalahkan Amerika Serikat dan Israel atas kerusuhan itu.
Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

2 days ago
3






































