London (ANTARA) - Pasukan Denmark pekan lalu diperintahkan bersiaga dengan amunisi aktif untuk menghadapi kemungkinan serangan AS terhadap Greenland, demikian dilaporkan oleh lembaga penyiaran publik Denmark, DR, pada Jumat.
Menurut laporan tersebut, perintah itu dikeluarkan hingga sepekan lalu. Dalam skenario terburuk, tentara Denmark diminta membawa amunisi aktif ke Nuuk, ibu kota Greenland, berdasarkan informasi dari sumber-sumber politik pusat.
DR melaporkan kesiapsiagaan itu berlangsung hingga Presiden AS Donald Trump mengurungkan penggunaan kekuatan terhadap Greenland, menyusul pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di sela Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, pada Rabu.
Laporan itu juga menyebutkan adanya dukungan besar di kalangan politik Denmark untuk melawan jika terjadi serangan AS, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari sejumlah besar partai oposisi.
Trump menunjukkan ketertarikan terhadap Greenland karena lokasi strategisnya di kawasan Arktik, kekayaan sumber daya mineral, serta kekhawatiran atas meningkatnya pengaruh Rusia dan China di wilayah tersebut.
Pemerintah Denmark dan otoritas Greenland telah berulang kali menolak proposal penjualan wilayah itu, seraya menegaskan kedaulatan Denmark atas pulau tersebut.
Setelah bertemu Rutte, Trump menyatakan bahwa kerangka kerja untuk kemungkinan kesepakatan terkait Greenland dan kawasan Arktik yang lebih luas telah disepakati.
Ia juga menarik ancaman pengenaan tarif terhadap negara-negara Eropa yang menentang upaya akuisisi tersebut.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Von der Leyen: UE akan berinvestasi di Greenland
Baca juga: Trump usulkan uji NATO terkait imigrasi ilegal di perbatasan AS
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

9 hours ago
1






































