Cerita Saksi Ketakutan lalu Mundur dari PPK Proyek Chromebook: Saya Sampai Sakit

9 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook pada Kemendikbudristek di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (3/2). Foto: Dok. Istimewa

Bambang Hadiwaluyo mundur dari jabatannya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat SD Kemendikbudristek pada proyek pengadaan laptop Chromebook. Ia mundur karena merasa takut.

Hal itu disampaikan Bambang saat bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (3/2).

Duduk sebagai terdakwa dalam sidang itu yakni Sri Wahyuningsih selaku Direktur Sekolah Dasar Ditjen Paudasmen 2020–2021, Mulyatsyah selaku Direktur SMP Ditjen Paudasmen, dan Ibrahim Arief selaku tenaga konsultan Kemendikbudristek.

Mulanya, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung menggali cerita dari Bambang terkait pengunduran dirinya dari jabatan PPK tersebut.

“Saudara diganti atau mengundurkan diri?” tanya jaksa.

“Jadi begini ceritanya, saya mengundurkan diri,” jawab Bambang.

“Ceritakan, kenapa mengundurkan diri?” balas jaksa.

Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook di Kemendikbudristek tahun 2019-2022, Sri Wahyuningsih (tengah) mendengarkan keterangan saksi saat sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Bambang mengundurkan diri saat proses pemilihan penyedia Chromebook dan Chrome Device Management pada 2020.

Awalnya, Bambang mengaku dihubungi seorang praktisi di Direktorat SD Kemendikbudristek, M Iksan. Kepada Bambang, Iksan mengaku mendapat telepon dari Sri Wahyuningsih dan diperintahkan untuk mulai belanja Chromebook.

Atas permintaan tersebut, Bambang lalu menghubungi para calon penyedia proyek Chromebook. Namun, saat itu tak ada yang merespons.

Pada saat yang bersamaan, Direktorat SMP tidak mau melakukan penunjukan penyedia lantaran spesifikasi Chromebook sama dengan Direktorat SD.

Bambang kemudian meminta agar diadakan rapat antara Direktorat SD dan SMP. Rapat akhirnya digelar dan dihadiri oleh Sri Wahyuningsih, Mulyatsyah, hingga Iksan.

“Apa hasil rapat itu?” tanya jaksa.

“Nah, ketika rapat itu, Bu Sri dan Pak Iksan keluar,” jawab Bambang.

“Kenapa mereka keluar?” cecar jaksa.

“Saya enggak tahu alasannya apa saat itu, Pak. Mereka keluar, lalu kemudian Iksan mengirim pesan WhatsApp kepada saya,” ucap Bambang.

Menurut Bambang, pesan WhatsApp dari Iksan itulah yang kemudian membuatnya takut hingga memutuskan untuk mundur. Bambang bahkan jatuh sakit karena ketakutan.

“Iksan itu mengirim WA ke saya, ‘kalau nanti ada apa-apa, saya sudah enggak mau ikut campur, saya enggak akan membantu lagi,’ begitu,” kata Bambang.

“Itu kata Iksan?” tanya jaksa mengonfirmasi.

Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/1/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan

“Karena saya memang nol dengan itu. Saya takut, Pak. Takut sampai saya sakit karena enggak bisa tidur. Kemudian pada tanggal 30 Juni 2020 pagi, saya membuat surat pengunduran diri,” ungkap Bambang.

Surat pengunduran diri itu diserahkan Bambang kepada Sri Wahyuningsih. Namun, surat tersebut tidak mendapat respons.

Ngaku Sudah Punya Feeling

Dalam sidang yang sama, hakim Sunoto ikut mendalami alasan mundurnya Bambang. Bambang mengaku memiliki perasaan tidak enak dalam pengadaan tersebut.

“Apa yang paling membuat Saudara takut? Contohnya, ‘kalau saya lanjut, kalau ada masalah, wah saya bisa kena gulung, saya bisa tersangkut.’ Apakah itu salah satu pertimbangan Saudara?” cecar Sunoto.

“Iya, itu. Karena pengadaan sebelumnya kan Windows,” jawab Bambang.

“Berarti Saudara menyadari ini ada yang tidak benar?” tanya Sunoto.

“Feeling, feeling enggak benar,” timpal Bambang.

Kasus Chromebook

Read Entire Article