Disitat dari Nikkei Asia, Chery siap mengoperasikan fasilitas di Vietnam dengan nilai investasi USD 800 juta atau setara Rp 13,3 triliun. Adapun kapasitas produksi maksimumnya mencapai 200 ribu unit per tahun.
“Investasi dan kapasitas produksi kami di Vietnam merupakan yang terbesar di antara negara-negara ASEAN. Kami sedang membangun pabrik yang benar-benar baru di sini,” ujar Direktur Jenderal operasional Chery di Vietnam untuk model Omoda dan Jaecoo, Simon Liu.
Pada tahap awal, pabrik anyar ini akan mengantongi jumlah produksi tahunan sebanyak 30 ribu sampai 60 ribu unit, hingga mencapai kapasitas maksimum pada 2030 mendatang.
Berdirinya pabrik Chery di Vietnam dilandasi oleh rencana ekspansi pasar besar-besaran di Negeri Naga Biru itu. Setidaknya, Chery akan meluncurkan 16 model baru yang terdiri dari mesin bensin, hibrida, hingga electric vehicle (EV).
Perusahaan menargetkan bahwa pabrik yang berlokasi di Provinsi Hung Yen ini siap memulai aktivitas perakitan pada pertengahan 2026. Berfokus pada pemenuhan pasar lokal dan negara-negara setir kiri.
Berbeda dengan Vietnam yang membangun pabrik baru, Chery di Indonesia justru berencana mengakuisisi fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor (HIM).
Head of Brand Department PT Chery Sales Indonesia (CSI), Rifkie Setiawan mengatakan, keputusan final terkait akuisisi Pabrik Handal belum diambil, lantaran masih melalui berbagai pertimbangan.
“Saat ini belum ada keputusan, lagi dipelajari mana metode yang terbaik di investasi nanti,” kata Rifkie di Tangerang beberapa waktu lalu.
“Kami masih studi. Apakah itu beli, joint venture, atau bangun sendiri, semuanya lagi didiskusikan top management,” sambungnya.
Meski begitu, ia memastikan bahwa pihaknya akan mengumumkan pada awal tahun 2026 ini terkait rencana investasi Chery di Indonesia.
Nantinya, fasilitas itu akan difokuskan untuk memenuhi permintaan terhadap Jaecoo J5 EV yang tengah membeludak, serta model-model Chery lain yang sudah hadir di pasar nasional.

1 day ago
12



































