Proses pencarian para korban longsor Cisarua, Bandung Barat, terus dilakukan. Kepala Basarnas Marsdya M Syafii mengatakan, sudah mengerahkan personel dari berbagai kemampuan untuk memaksimalkan pencarian korban.
Syafii mengatakan, sudah mengerahkan 250 personel terlatih untuk pencarian korban. Masih ada lagi tambahan 450 orang tim pendukung yang sudah terdaftar dan siap membantu pencarian.
"Kemudian untuk penggunaan sarana-prasarana bahwa operasi SAR ini akan menggunakan dua unsur, yaitu unsur udara yang melibatkan sarana drone-drone yang sudah terdata. Ada 12 drone yang akan kita gunakan. Begitu juga unsur darat, mulai dari personel sampai ke alat berat, sudah juga tergelar," kata Syafii usai mendampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka di lokasi pengungsian, Cisarua, Bandung Barat, Minggu (25/1).
Syafii mengatakan, untuk alat berat memang belum bisa maksimal dikerahkan karena struktur longsoran masih sangat empuk. Tapi, proses pencarian tidak akan surut.
"Dan mudah-mudahan bahkan kita juga sudah hari ini mengerahkan. Yang K-9 dari teman-teman dari TNI, khususnya yang K-9 dari Polri, akan kita kerahkan untuk bisa membantu dalam proses penemuan korban. Begitu juga mudah-mudahan cuaca bisa membantu, sudah dilaksanakan operasi modifikasi cuaca," tambah dia.
Di lokasi yang sama, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan akan mendukung sepenuhnya kebutuhan para korban longsor. Salah satu yang juga disiapkan, yakni merelokasi warga terdampak.
"Jadi untuk masyarakat yang lainnya masyarakat yang tinggal di tempat-tempat pengungsian yang sementara ini kan gedung ini juga sementara itu ada dua pilihan apakah mereka nanti dibuatkan hunian sementara atau mereka tinggal di sanak saudaranya," kata Suharyanto.
Pola ini sama dengan penanganan pasca-bencana di Sumatera. Suharyanto mengatakan, relokasi juga bisa dilakukan terpusat di atas lahan yang disiapkan pemerintah. Atau bisa mencari lahan yang diinginkan warga.
"Tadi wanti-wanti Bapak Wapres juga cari lahan yang betul-betul aman di tengah-tengah kita juga ada badan geologi ada pusat, kepala pusat mitigasi bencana geologi ada juga di sini tentu beliau juga akan melihat mana-mana titik yang masih aman," tutur Suharyanto.
"Kemudian yang masyarakat yang tidak terdampak langsung tetapi di lokasi yang rawan itu pun akan ditindakkan kita lanjuti apakah masih boleh tinggal di situ meskipun sekarang tidak terkena longsor tetapi tinggal menunggu waktu itu pun harus direlokasi," ucap dia.

3 hours ago
6






































