Jakarta (ANTARA) - Anggota Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) menyerukan penguatan koordinasi kebijakan serta kerja sama praktis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi seiring percepatan transformasi ekonomi kawasan yang didorong kecerdasan buatan (AI).
Wakil Menteri Sains dan Teknologi China Chen Jiachang mengatakan dunia tengah memasuki fase baru revolusi teknologi dan transformasi industri dengan perkembangan pesat teknologi mutakhir, khususnya AI.
"Teknologi mutakhir, terutama AI, berkembang sangat cepat dan membuka peluang baru bagi masyarakat global. Namun, pada saat yang sama, kita juga menghadapi tantangan global yang saling terkait," kata Chen dalam pernyataan pers Sekretariat APEC yang diterima di Jakarta, Selasa (3/2).
Chen menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan APEC Policy Partnership on Science, Technology and Innovation (PPSTI) di Guangzhou, China, pekan ini.
Ia menuturkan bahwa APEC, sebagai salah satu mesin utama pertumbuhan global, memiliki tingkat keterhubungan dan kepentingan bersama yang tinggi di antara para anggotanya.
Oleh karena itu, kata Chen, ada urgensi untuk memperkuat konsensus dan kerja sama dengan menjadikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi sebagai pilar utama dalam menjaga kemakmuran dan stabilitas kawasan.
Pada pertemuan yang sama, Ketua PPSTI Park Hwanil menekankan pentingnya arah kebijakan yang lebih jelas serta capaian kerja yang konkret dan terukur.
Park menilai kemajuan pesat di bidang sains, teknologi, dan AI tidak hanya mengubah perekonomian, tetapi juga meningkatkan perhatian terhadap isu keamanan nasional.
"PPSTI harus memberikan arahan kebijakan yang jelas dan berwawasan ke depan tentang sains, teknologi, inovasi, dan AI. Kita harus menunjukkan melalui hasil konkret dan terukur bagaimana kerja sama PPSTI memberi manfaat bersama bagi ekonomi-ekonomi APEC," kata Park.
Pertemuan itu juga meninjau perkembangan proyek-proyek yang didanai APEC, inisiatif sains terbuka, serta program pertukaran ilmuwan.
Selain itu, para anggota ekonomi (member economies) APEC bertukar pandangan mengenai proposal proyek baru yang mencakup AI, teknologi rendah karbon, kolaborasi universitas dan industri, pemberdayaan perempuan di bidang sains, serta inovasi generasi muda.
Hasil pembahasan diharapkan dapat mendukung para anggota dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi guna mendorong pertumbuhan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik.
Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 21 anggota ekonomi APEC bersama negara lain seperti Malaysia, China, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
Baca juga: APEC resmi luncurkan agenda 2026 di China, perkuat integrasi ekonomi
Baca juga: APEC bahas tantangan ekonomi digital di Guangzhou
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

16 hours ago
1






































