Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis, bergerak menguat 14 poin atau 0,08 persen menjadi Rp16.851 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.865 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan investor berhati-hati seiring pernyataan Bank Indonesia (BI) terkait upaya membuat rupiah stabil.
“Investor tetap berhati-hati, di tengah pernyataan Bank Indonesia bahwa mereka akan tetap berada di pasar untuk menstabilkan rupiah,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G Hutapea menyampaikan bahwa pihaknya konsisten menjaga stabilitas nilai tukar sehingga dapat menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Stabilitas nilai tukar rupiah dinilai tetap terjaga seiring konsistensi kebijakan stabilisasi yang terus dilakukan oleh bank sentral secara berkesinambungan.
Upaya stabilisasi dilakukan melalui intervensi NDF di pasar off-shore di kawasan Asia, Eropa, dan Amerika, serta intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder.
Selain itu, berlanjutnya aliran masuk modal asing, terutama ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan pasar saham yang secara neto mencapai Rp11,11 triliun pada Januari 2026 juga mendukung terkendalinya stabilitas rupiah. Hal itu sejalan dengan persepsi investor global terhadap Indonesia yang tetap positif, tercermin dari premi risiko CDS Indonesia tenor 5 tahun yang berada pada level rendah, sekitar 72 bps.
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.






































