Surakarta, Jawa Tengah (ANTARA) - Pusat Investasi Pemerintah (PIP), salah satu Special Mission Vehicle (SMV) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), menyalurkan total kredit ultra mikro (UMi) senilai Rp105 miliar kepada para pelaku UMKM di Surakarta, Jawa Tengah.
Direktur Utama PIP Ismed Saputra menyatakan di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis, bahwa pihaknya saat ini berkolaborasi dengan tujuh lembaga penyalur pembiayaan untuk melayani 25 ribu nasabah di kota tersebut.
Badan Layanan Umum (BLU) tersebut dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta kini tengah berupaya untuk memperluas ekosistem pembiayaan UMKM lokal dengan menjajaki kolaborasi bersama pihak penyalur pembiayaan lainnya, baik yang berbentuk lembaga keuangan maupun badan usaha.
“Yang kami kerja samakan juga salah satunya supaya Pemkot Surakarta mengidentifikasi apakah ada offtaker atau lembaga atau badan usaha (yang mau mendukung penyaluran kredit UMi), karena PIP bukan hanya (menyalurkan kredit melalui) koperasi, tetapi bisa menyalurkan melalui lembaga badan usaha,” kata Ismed.
Ia mengatakan, para offtaker tersebut nantinya dapat mengakses pembiayaan untuk ekosistem usaha lokal dengan bunga yang lebih murah dibandingkan lembaga pembiayaan lainnya, yakni sebesar 4 persen.
“Maksimal dari PIP kan bisa 4 persen, jadi kalau ada offtaker nanti debitur itu bisa (meminjam modal kerja dengan bunga) maksimal 4 persen karena offtaker tidak akan ambil untung dari pembiayaannya,” ujarnya.
Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Ismed Saputra memberikan pemaparan dalam acara Kunjungan Kerja Pers 2026 di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026). ANTARA/Uyu Septiyati Liman.Selain menjajaki kerja sama dengan pihak penyalur pembiayaan, PIP juga mendukung pembiayaan dan pemberdayaan UMKM yang dikelola oleh kelompok masyarakat desil 1 hingga 4, salah satunya di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta.
BLU tersebut juga terlibat dalam pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat berpendapatan rendah di daerah tersebut.
“Karena di sini (Sangkrah) ada perumahan masyarakat desil 1-4, kami diminta mengidentifikasi dengan Dinas Koperasi (Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Surakarta) apa usaha yang bisa dikembangkan buat masyarakat yang memang punya usaha di wilayah ini,” ucap Ismed Saputra.
Dalam kesempatan tersebut, Ismed Saputra selaku Direktur Utama PIP dan Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani pun menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang pengembangan UMKM melalui penguatan ekosistem pembiayaan dan pemberdayaan untuk memperluas dukungan terhadap pelaku usaha kecil di seluruh wilayah Surakarta.
Baca juga: Wamenkeu ajak Pemkot Solo perluas kredit UMi lampaui 25 ribu debitur
Baca juga: Holding UMi salurkan kredit ke 35,4 juta pelaku usaha mikro di Q1 2025
Baca juga: Penyaluran kredit Ultra Mikro di Sulsel capai Rp187,28 miliar
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








































