Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Rabu, bergerak menguat 25 poin atau 0,15 persen menjadi Rp16.786 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.811 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan penguatan kurs rupiah dipengaruhi daya beli masyarakat AS yang stagnan.
"(Ini) tecermin dari data penjualan ritel AS (bulan Januari) yang lebih rendah dari ekspektasi, sehingga berisiko pelemahan ekonomi AS," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
AS mengumumkan data penjualan ritel pada Desember 2025 bergerak datar di 0,0 persen month to month (mom), melambat dari November 2025 dan kurang dari ekspektasi pasar sebesar 0,4 persen mom.
Mengutip Xinhua, perdagangan ritel di AS yang lesu pada bulan Desember 2025 menggarisbawahi pesimisme ekonomi di konsumen Amerika, kata beberapa ekonom.
Penjualan ritel meningkat 2,4 persen secara tahunan, namun penurunan tajam dari 3,3 persen pada bulan sebelumnya.
Biaya hipotek, rumah, dan sewa tetap sangat tinggi, dan harga makanan telah membebani banyak konsumen berpenghasilan rendah. Faktor-faktor ini yang menyebabkan sentimen konsumen turun sekitar 20 persen di bawah Januari 2025, menurut survei konsumen dari Universitas Michigan.
Pada saat yang sama, kepercayaan konsumen telah merosot ke level terendah dalam sekitar 12 tahun, menurut laporan bulan lalu dari Conference Board. Indeks tersebut turun 9,7 poin menjadi 84,5, level terendah sejak 2014 dan lebih rendah dari resesi 2020 selama krisis COVID-19.
"Dari domestik, meningkatnya permintaan obligasi pemerintah terlihat dari turunnya yield di semua tenor. Yield obligasi tenor 10 tahun turun 2 bps (basis points) menjadi 6,45 persen, 5 tahun turun 2,2 bps menjadi 5,78 persen, 30 tahun turun 1,8 bps menjadi 5,70 persen, dan 20 tahun turun 1,5 bps menjadi 5,59 persen," ungkap Rully.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat ke level Rp16.781 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.799 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah menguat seiring investor tunggu rilis data NFP AS
Baca juga: Rupiah pada Rabu pagi menguat jadi Rp16.775 per dolar AS
Baca juga: Rupiah melemah seiring eskalasi ketegangan AS dengan Iran
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








































