Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Selasa, bergerak melemah 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp16.877 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.855 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan pelemahan kurs rupiah dipengaruhi sikap hati-hati investor terhadap aset berisiko.
“Kinerja mata uang rupiah mengalami pelemahan pada perdagangan sore ini diakibatkan oleh faktor global, terutama penguatan dolar AS di tengah meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset berisiko,” ungkapnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve serta imbal hasil US Treasury yang masih tinggi mendorong pelaku pasar global memegang dolar AS, sehingga memberi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Selain itu, sentimen negatif datang pula dari peningkatan ketegangan geopolitik global yang membuat pasar cenderung menghindari risiko.
“Kondisi ini memperkuat preferensi investor terhadap aset safe haven dan menyebabkan arus modal keluar dari pasar emerging market, yang pada akhirnya membatasi ruang penguatan rupiah meskipun tekanan yang terjadi masih relatif terkendali,” kata Taufan.
Melihat sisi domestik, sentimen terhadap rupiah disebut cenderung netral dengan fundamental ekonomi yang masih terjaga.
“Namun, pelaku pasar memilih bersikap wait and see terhadap langkah lanjutan Bank Indonesia serta perkembangan pasar keuangan global, sehingga pergerakan rupiah ke depan diperkirakan masih fluktuatif dan sangat dipengaruhi dinamika eksternal,” ujar dia.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.875 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.853 per dolar AS.
Baca juga: IHSG ditutup menguat di tengah pasar cermati arah kebijakan The Fed
Baca juga: Harga emas dunia cetak rekor tertinggi, berpeluang tembus 4.700 dolar
Baca juga: PIHPS: Harga cabai rawit merah Rp49.150/kg, telur ayam Rp31.500/kg
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





































