Istanbul (ANTARA) - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan bahwa pemerintahnya akan terlibat langsung dalam misi Sumud berikutnya menuju Jalur Gaza.
Pemerintah “akan terlibat secara langsung” dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 yang melibatkan lebih dari 80 negara, tulis Anwar melalui platform media sosial Facebook pada Selasa (13/1).
Pernyataan tersebut juga disampaikan saat Anwar bertemu Direktur Jenderal Sumud Nusantara Command Center, Sani Araby, serta pendiri Sumud Nusantara, Nadir Al-Nuri.
“Kami akan mengerahkan seluruh upaya untuk membantu dan membela hak-hak rakyat Palestina. Keadilan tidak dapat ditunda lagi, demi Palestina yang bermartabat dan merdeka,” katanya.
Menurut Anwar, partisipasi langsung dalam misi ini merupakan kelanjutan dari perjuangan moral internasional yang menuntut keberanian untuk menegakkan keadilan dan hak-hak kemanusiaan, tanpa memandang batas negara, ras, atau agama.
Sebelumnya, Israel telah menyerang sejumlah kapal yang menuju Jalur Gaza, menyita muatannya, serta mendeportasi para aktivis yang ikut dalam misi tersebut.
Pada Oktober lalu, pasukan angkatan laut Israel menyerang dan menyita lebih dari 40 kapal yang merupakan bagian dari armada bantuan kemanusiaan Global Sumud menuju Gaza.
Tel Aviv juga menahan lebih dari 450 aktivis yang berada di kapal-kapal tersebut. Banyak di antara mereka yang menceritakan pengalaman mengerikan terkait perlakuan kasar yang dialami dari pihak Israel.
Israel telah memberlakukan blokade atas Gaza, yang dihuni hampir 2,4 juta jiwa, selama hampir 18 tahun. Israel juga memperketat pengepungan pada Maret ketika menutup penyeberangan perbatasan serta memblokir pengiriman makanan dan obat-obatan, sehingga mendorong wilayah itu ke arah bencana kelaparan.
Genosida Israel di Gaza dimulai pada 8 Oktober 2023 dan berlangsung selama dua tahun hingga perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober lalu.
Gencatan senjata tersebut menghentikan perang dua tahun yang menewaskan lebih dari 70.000 warga Palestina yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta meninggalkan wilayah itu dalam kondisi hancur lebur.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Badai musim dingin memperparah penderitaan pengungsi di Jalur Gaza
Baca juga: PBB: Israel hambat pasokan ke Gaza saat krisis musim dingin kian parah
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

9 hours ago
1




































