Istanbul (ANTARA) - Partai Bhumjaithai yang dipimpin Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul meraih kemenangan telak dalam pemilu yang dipercepat akhir pekan lalu, membuka jalan bagi Anutin untuk tetap menjabat, demikian laporan media lokal pada Senin.
Dengan sekitar 90 persen surat suara telah dihitung, hasil sementara menunjukkan Partai Bhumjaithai memperoleh hampir 200 dari total 500 kursi di majelis rendah parlemen. Perolehan ini menjadikan partai tersebut sebagai kekuatan terbesar di parlemen, menurut Thailand Enquirer.
Namun, jumlah kursi tersebut masih belum mencapai ambang 251 kursi yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan sendiri.
Partai Bhumjaithai dipastikan akan membentuk koalisi dengan sekutunya, Partai Kla Tham, yang meraih 60 kursi.
Sementara itu, Partai Rakyat (People's Party) yang berhaluan progresif memenangkan 110 kursi dan unggul di lima daerah pemilihan lainnya. Sedangkan, Partai Pheu Thai yang didukung mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra memperoleh 80 kursi. Partai Demokrat meraih 20 kursi.
Tingkat partisipasi pemilih diperkirakan mencapai 60 persen, lebih rendah dibandingkan dengan pemilu 2023 yang mencatat partisipasi 75 persen.
Pemilu yang dipercepat ini digelar pada Desember setelah koalisi yang dipimpin Anutin runtuh hanya tiga bulan setelah terbentuk.
“Kemenangan Bhumjaithai hari ini adalah kemenangan bagi seluruh rakyat Thailand, baik yang memilih Bhumjaithai maupun tidak,” kata Anutin kepada wartawan.
“Kami harus bekerja sebaik mungkin untuk melayani rakyat Thailand dengan seluruh kemampuan kami,” tambahnya.
Pemimpin People’s Party, Natthaphong Ruengpanyawut, mengakui partainya tidak meraih posisi pertama. Ia menegaskan partainya menghormati prinsip untuk mengakui hak partai pemenang dalam membentuk pemerintahan.
Ia mengatakan People’s Party tidak akan bergabung dengan pemerintahan yang dipimpin Bhumjaithai dan juga tidak akan membentuk koalisi tandingan. Jika Bhumjaithai berhasil membentuk pemerintahan, People’s Party akan berada di kubu oposisi.
Dalam referendum konstitusi yang digelar bersamaan, para pemilih juga memberikan mandat kuat kepada pemerintahan baru untuk menulis ulang konstitusi 2017 yang disusun oleh militer. Sekitar 60 persen pemilih, atau 18,41 juta orang, menyatakan dukungan terhadap langkah tersebut.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Partai pimpinan PM Anutin unggul dalam pemilu Thailand
Baca juga: Thailand gelar pemilu legislatif, referendum konstitusi pada Minggu
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

3 days ago
8






































