Meniru Zuhudnya Rasulullah

12 hours ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nabi Muhammad SAW merupakan suri teladan yang sempurna. Salah satu perbuatan yang disukainya adalah zuhud.

Definisi zuhud tidak sama dengan menghindari kehidupan duniawi sama sekali atau meniadakan hawa nafsu. Islam melarang rahbaniyah atau jalan hidup kependetaan yang menghalang-halangi orang dari fitrah kemanusiaannya, semisal menikah dan mengejar harta melalui perniagaan.

Ahmad Muhammad al-Hufy dalam kitab Min Akhlaqin Nabiy menerangkan, zuhud berarti tidak berhasrat pada hal-hal yang dibolehkan ketika pelakunya mampu memerolehnya. Pengertian lainnya adalah mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang diri sendiri.

Rasulullah SAW sudah condong pada kezuhudan bahkan sebelum menerima risalah kenabian. Sebagai seorang pedagang yang sukses, bereputasi baik, dan kaya, beliau ternyata gemar meringankan beban orang lain, alih-alih menumpuk harta.

Pada masa dakwah Islam di Makkah, Nabi SAW ikut mengalami sulitnya kehidupan. Umpamanya ketika kaum Muslimin diboikot mayoritas penduduk setempat yang masih musyrik. Beliau tidak pernah meninggalkan para pengikutnya sendirian. Bersama-sama dengan mereka, beliau merasakan getirnya boikot itu.

Di Madinah, Nabi SAW naik status menjadi pemimpin masyarakat. Pada prinsipnya, beliau berhak menerima harta dalam jumlah besar. Dalam hal harta rampasan perang, misalnya, Alquran berketentuan Rasulullah SAW mendapatkan seperlima dari total rampasan perang. Jatah itu termasuk diperuntukkan bagi keluarganya, anak-anak yatim, orang miskin, dan ibnu sabil (orang dalam perjalanan).

Ada pula al-fai', yaitu harta yang diperoleh tanpa melalui peperangan. Imam Syafii menjelaskan, harta fai' dibagi menjadi lima. Bagian pertama untuk Rasulullah SAW serta dibelanjakan demi keperluannya. Adapun sisanya, empat per lima digunakan untuk kemaslahatan umat Islam. Di luar itu, Nabi SAW juga menerima pelbagai hadiah dari para penguasa. Jumlahnya tentu tidak sedikit.

Akan tetapi, Rasulullah SAW memilih kesederhanaan. Suatu kali, beliau bersabda, "Aku tidak akan senang mempunyai emas sebesar Gunung Uhud. Tidak ada dinar emas yang kusimpan kecuali satu dinar yang kusiapkan untuk melunasi utangku."

Pernah beliau menerima dinar dalam jumlah yang sangat banyak. Maka hampir seluruhnya dibagi-bagi. Sisanya sebesar enam dinar diberikannya kepada istrinya.

Ternyata, Nabi SAW tidak bisa tidur sepanjang malam karena terbayang-bayang uang di tangan istrinya itu. Lantas beliau memerintahkan sang istri untuk menyedekahkan dinar itu kepada orang yang lebih memerlukan. Sesudah itu, beliau dapat tidur dengan tenang.

Suatu kali, raja Bahrain mengirimkan kepadanya hadiah yang terhitung paling banyak bila dibandingkan dengan hadiah yang pernah diterimanya selama ini. Nabi SAW keluar dari rumahnya untuk memimpin shalat berjamaah tanpa sedikit pun menoleh pada hadiah itu. Setelah selesai shalat, beliau duduk dan memberikan hadiah itu kepada siapa pun yang lewat di depan rumahnya.

Sikap zuhud juga diamalkannya ketika menerima tamu. Seperti diriwayatkan Abu Rafi', suatu ketika Rasulullah SAW menerima seorang tamu padahal, hampir tidak ada suguhan untuk dapat dinikmati tamu itu. Maka beliau mengutus Abu Rafi' untuk membawa pesan kepada seorang Yahudi di Khaibar.

"Sudikah kiranya engkau memberikan pinjaman kepada Muhammad, atau maukah engkau menjual gandum kepadanya tetapi dibayar nanti pada awal Rajab?"

Ternyata, pengusaha Yahudi itu meminta jaminan.

Abu Rafi' pun bergegas menemui Rasulullah SAW dan mengabarkannya. Beliau berkata, "Demi Allah, aku orang yang dapat dipercaya oleh penghuni langit dan bumi. Jika dia ingin menjual kepadaku atau memberikan pinjaman, aku akan membayarnya tepat waktu. Pergilah lagi kepadanya, sahabat, dan bawalah baju perang milikku."

Demikianlah. Nabi SAW rela menjadikan hartanya sebagai jaminan utang "hanya" untuk bisa memberikan jamuan kepada tamunya.

Read Entire Article