Phnom Penh (ANTARA) - Kamboja melaporkan total 39 korban jiwa akibat ranjau darat dan sisa-sisa bahan peledak masa perang (ERW) pada 2025, turun 20 persen dari 49 korban pada tahun sebelumnya, kata Juru Bicara Otoritas Bantuan Korban dan Aksi Ranjau Kamboja (CMAA) Lang Kosal, Kamis (8/1).
"Sebelas orang tewas, 23 orang terluka, dan lima orang diamputasi akibat ledakan ranjau darat dan ERW tahun lalu," ujar Kosal kepada Xinhua.
Dia mengatakan bahwa para korban terdiri dari 27 pria, enam anak laki-laki, empat wanita, dan dua anak perempuan.
Menurut Kosal, sejak 1979 hingga 2025, ledakan ranjau darat dan ERW telah merenggut 19.845 korban jiwa dan melukai atau menyebabkan diamputasinya 45.280 orang lainnya.
Kamboja merupakan salah satu negara yang paling parah terdampak ranjau darat dan ERW. Diperkirakan 4-6 juta ranjau darat dan amunisi lainnya merupakan peninggalan dari tiga dekade perang dan konflik internal yang berakhir pada 1998.
Negara Asia Tenggara itu berkomitmen membersihkan semua jenis ranjau darat dan ERW pada 2030 mendatang.
Pewarta: Xinhua
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

1 day ago
2




































