Berlin (ANTARA) - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Jerman pada Rabu (14/1) mengumumkan akan berpartisipasi dalam misi pengintaian multinasional di Greenland untuk mengevaluasi kontribusi militer potensial bagi keamanan regional.
Atas undangan Denmark, sebuah tim yang terdiri dari 13 personel dari Bundeswehr, angkatan bersenjata Jerman, akan bergabung dengan negara-negara Eropa lainnya untuk misi di Greenland, sebut Kemenhan Jerman.
Tim itu akan berangkat ke Nuuk, ibu kota Greenland, pada Kamis (15/1) pagi waktu setempat.
Tujuan dari misi ini adalah mengeksplorasi kondisi kerangka kerja bagi dukungan militer potensial untuk Denmark dalam memastikan keamanan di kawasan itu. Misalnya, tim akan menilai kapabilitas, seperti pengawasan maritim, kata kementerian tersebut.
Kemenhan Denmark pada Rabu mengonfirmasi bahwa Denmark sedang meningkatkan kehadiran militernya di dalam dan sekitar Greenland, bekerja sama erat dengan sekutu-sekutu NATO.
Pada Rabu yang sama, Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengatakan Swedia telah mengerahkan personel militer ke Greenland atas permintaan Denmark.
Norwegia juga mengatakan bahwa pihaknya sedang mengirim dua staf militernya ke Greenland untuk "memetakan kerja sama lebih lanjut antarsekutu".
Greenland merupakan wilayah yang memiliki pemerintahan sendiri di dalam Kerajaan Denmark, dengan Kopenhagen memegang kendali atas urusan pertahanan dan kebijakan luar negeri.
Amerika Serikat memiliki pangkalan militer di pulau itu. Sejak kembali menjabat pada 2025, Trump telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk "mendapatkan" Greenland dan belakangan ini meningkatkan ancamannya.
Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

1 week ago
11






































