Kuala Lumpur (ANTARA) - Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia Indonesia (ISWAMI) meminta media di Indonesia dan Malaysia menyajikan narasi yang akurat dan berimbang terkait proses penyelesaian perbatasan darat Sabah–Kalimantan Utara agar tidak memicu kesalahpahaman publik.
ANTARA melaporkan dari Kuala Lumpur, Jumat, Presiden ISWAMI Malaysia Datuk Ahmad Zaini Kamaruzzaman mengatakan otoritas terkait menyatakan rundingan penandaan dan pengukuran di kawasan Outstanding Boundary Problem (OBP) berlangsung harmonis dan tidak berbasis prinsip timbal balik atau kompensasi.
Ia menegaskan proses tersebut tidak dilandasi pertimbangan untung-rugi, melainkan bertujuan menyelesaikan batas darat secara teknis dan sesuai kesepakatan kedua negara yang telah berlangsung lama.
“ISWAMI berharap media massa menyampaikan laporan yang tepat, benar, dan berpegang pada prinsip serta etika jurnalistik, tanpa membangun narasi yang dapat mengeruhkan hubungan baik Indonesia dan Malaysia,” kata Ahmad Zaini.
Sebelumnya, Kementerian Sumber Asli dan Kelestarian Alam (NRES) Malaysia menegaskan laporan media tertanggal 22 Januari 2026 yang menyebut Malaysia memberikan 5.207 hektare tanah kepada Indonesia sebagai kompensasi adalah tidak tepat.
Menurut NRES, isu tersebut tidak berkaitan dengan penyerahan wilayah, melainkan hasil teknis penandaan dan pengukuran batas darat yang telah disepakati bersama melalui mekanisme bilateral resmi.
Finalisasi pengukuran batas darat dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Indonesia dan Malaysia pada 18 Februari 2025, setelah melalui perundingan teknis yang komprehensif dan transparan selama lebih dari 45 tahun.
Komitmen mempercepat penyelesaian perbatasan darat di sektor Sabah–Kalimantan Utara juga ditegaskan saat kunjungan kenegaraan mantan Presiden Indonesia Joko Widodo ke Malaysia pada 8 Juni 2023.
Proses perundingan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Pemerintah Negara Bagian Sabah sebagai bagian dari delegasi resmi Malaysia dalam pembahasan teknis.
“ISWAMI meyakini pimpinan kedua negara menempuh diplomasi yang berlandaskan semangat muhibah dan persahabatan,” ujar Ahmad Zaini, seraya menekankan pentingnya kepercayaan publik terhadap proses bilateral.
ISWAMI juga berharap pemerintah kedua negara memberikan pengarahan yang memadai kepada media nasional masing-masing agar isu perbatasan dapat dipahami secara utuh dan tidak memunculkan spekulasi negatif di masyarakat.
Baca juga: PM Anwar bahas isu perbatasan hingga investasi dengan Prabowo
Baca juga: RI-Malaysia diminta lanjutkan perundingan perbatasan
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

11 hours ago
1





































