Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, menjadi daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Indonesia pada Desember 2025, dengan inflasi tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 10,84 persen dan inflasi bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 6,94 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyatakan di Jakarta, Senin, bahwa pada tingkat kabupaten/kota, Kota Gunungsitoli juga tercatat memiliki tingkat inflasi tahunan tertinggi di wilayah Sumatera.
Sementara kabupaten/kota dengan tingkat inflasi terendah di wilayah Sumatera adalah Kota Bandar Lampung, Lampung, sebesar 0,44 persen yoy.
Pada tingkat provinsi di wilayah Sumatera, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Provinsi Aceh yang mencapai 6,71 persen yoy. Sebaliknya, inflasi terendah tercatat di Provinsi Lampung sebesar 1,25 persen yoy.
Di wilayah Jawa, BPS mencatat inflasi tahunan tertinggi dialami oleh Provinsi Yogyakarta sebesar 3,11 persen. Adapun inflasi terendah terjadi di dua provinsi, yaitu Jakarta dan Jawa Barat, yang masing-masing mencatat angka 2,63 persen.
Untuk tingkat kabupaten/kota di wilayah Jawa, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,75 persen, sedangkan Kabupaten Subang, Jawa Barat, mencatat inflasi terendah sebesar 2,11 persen.
Selanjutnya, Provinsi Kalimantan Selatan mencatatkan inflasi tertinggi sebesar 3,66 persen yoy pada tingkat provinsi di wilayah Kalimantan, sementara inflasi terendah berada di Provinsi Kalimantan Barat sebesar 1,85 persen yoy.
Baca juga: BPS catat ekspor Jakarta pada November 2025 naik 22,68 persen
Baca juga: BPS: Makanan dan minuman beri andil inflasi terbesar tiap Desember
Baca juga: Ekspor dan Impor Jabar alami penurunan pada November 2025
Pada tingkat kabupaten/kota, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, memiliki tingkat inflasi tertinggi sebesar 3,97 persen yoy dan Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mencatatkan tingkat inflasi terendah sebesar 1,50 persen yoy.
Di wilayah Sulawesi, Provinsi Sulawesi Tengah mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,31 persen yoy. Sementara itu, Provinsi Sulawesi Utara menjadi provinsi dengan inflasi terendah tidak hanya di wilayah Sulawesi, tapi juga secara nasional, dengan tingkat inflasi 1,23 persen yoy.
Pada tingkat kabupaten/kota di Sulawesi, Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, mencatat inflasi tertinggi sebesar 6,13 persen yoy, sedangkan Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, mencatat inflasi terendah sebesar 0,38 persen yoy.
Kemudian, inflasi tertinggi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar 3,01 persen yoy, dan inflasi terendah tercatat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 2,39 persen yoy.
Di tingkat kabupaten/kota di Bali dan Nusa Tenggara, inflasi tertinggi dialami oleh Kota Denpasar, Bali, sebesar 3,45 persen yoy, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kota Maumere, NTT, sebesar 0,38 persen yoy.
Terakhir, untuk wilayah Maluku dan Papua, inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Maluku sebesar 3,58 persen yoy dan inflasi terendah tercatat di Provinsi Maluku Utara sebesar 1,63 persen yoy.
Di tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mencatatkan inflasi tertinggi sebesar 5,81 persen yoy dan Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, mengalami inflasi terendah sebesar 0,39 persen yoy.
“Sebaran inflasi tahunan menurut wilayah secara tahunan bisa dilihat bahwa seluruh provinsi mengalami inflasi,” ujar Pudji Ismartini.
Baca juga: BPS jelaskan sebab inflasi transportasi meski ada diskon tiket Nataru
Baca juga: Konsentrat tambang dongkrak nilai ekspor NTB pada November 2025
Baca juga: BPS sebut inflasi Jakarta pada 2025 terkendali di angka 2,63 persen
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





































