Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung memastikan akan menjaga rasio utang Indonesia berada di sekitar 40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Per akhir 2025, rasio utang Indonesia tercatat sebesar 40,08 persen terhadap PDB yaitu senilai Rp9.549,46 triliun.
“Di undang-undangnya kan 60 persen, tapi kita akan jaga sekitar 40 persen,” ujar Juda diwawancarai cegat seusai acara Economic Outlook 2026 bertajuk "Consolidating Growth, Accelerating the Transformation" di Jakarta, Selasa.
Juda menilai, rasio utang Indonesia di level sekarang ini masih dalam kategori yang aman. “Aman, aman,” ujar Juda.
Baca juga: Ekonom: 3 variabel kunci pemerintahan Prabowo jadi fondasi ekonomi RI
Menanggapi outlook Moody’s, Juda mengatakan bahwa masalah tersebut tentunya akan dikoordinasikan oleh pemerintah, dan akan menjadikannya sebagai lesson learned ke depannya.
“Ini yang perlu kita koordinasikan, tentu saja. Nanti rating yang lain kan akan datang di tanggal 23 Februari 2026 ya. Kita siapkan semua itulah yang saya katakan lesson learned dari Moody's kemarin,” ujar Juda.
Dalam kesempatan ini, Ia memastikan pemerintah akan terus melakukan perbaikan, dari sisi tata kelola kebijakan maupun terkait dengan manajemen risiko lainnya.
“Nah, ini harus kita perbaiki semua, baik itu terkait dengan tata kelola, tata kelola kebijakan, dan juga risiko-risiko yang lain,” ujar Juda.
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








































