Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan delapan proyek hulu migas akan onstream sepanjang 2026. Hal ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan lifting nasional.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan delapan proyek hulu migas akan onstream sepanjang 2026. Hal ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan lifting nasional.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menerangkan, total investasi dari delapan proyek tersebut mencapai 478 juta dolar AS. Secara desain, kapasitasnya mampu menambah hampir 8.500 barel minyak per hari dan 389 MMSCFD gas. Adapun kontribusi produksi efektif pada 2026 diproyeksikan sebesar 8.200 barel minyak per hari dan 214 MMSCFD gas.
“Tambahan produksi di 2026 itu 8.200 barrel oil per day, untuk gasnya 214 MMSCFD,” kata Djoko dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Ia merinci, proyek minyak antara lain fasilitas produksi Lapangan Sedingin North 1 di PHR dengan potensi 3.255 barel per hari dan target onstream kuartal IV 2026. Di area Minas terdapat tambahan 1.212 barel per hari yang dijadwalkan mengalir pada kuartal II 2026. Pertamina EP juga menyiapkan Lapangan Puspa Asri berkapasitas 1.034 barel per hari pada kuartal IV 2026.
Untuk gas dan kondensat, Donggi Senoro akan menambah 2.800 barel kondensat per hari dan dijadwalkan onstream setelah Lebaran 2026. PHE Offshore melalui Platform OX menargetkan hampir 3.000 barel kondensat per hari serta 21,3 MMSCFD gas.

12 hours ago
6







































