Makassar (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat tingkat inflasi provinsi itu selama Januari-Desember 2025 sebesar 2,84 persen atau berada di bawah angka inflasi nasional yang sebesar 2,92 persen.
"Jika kita melihat data kumulatif secara year to date (ytd), inflasi Sulsel masih lebih baik dibandingkan beberapa provinsi lainnya dan bahkan secara nasional, Sulsel masih di bawah yakni 2,84 persen," ujar Kepala BPS Sulsel Aryanto di Makassar, Senin.
Aryanto mengatakan inflasi Sulsel secara kumulatif (ytd) ataupun secara tahunan (year on year/yoy) masih sama yakni 2,84 persen. Inflasi tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang berada pada angka 109,28.
Aryanto menjelaskan, inflasi yoy tertinggi terjadi di Kota Parepare dengan tingkat inflasi mencapai 3,85 persen dan IHK sebesar 110,69.
Baca juga: BPS sebut Indonesia alami inflasi 2,92 persen sepanjang 2025
Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kota Palopo sebesar 2,32 persen dengan IHK 108,62. Perbedaan tingkat inflasi antarwilayah tersebut menunjukkan adanya variasi dinamika harga barang dan jasa di masing-masing daerah.
Lebih lanjut, inflasi yoy Sulawesi Selatan pada Desember 2025 dipicu oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran.
"Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 14,47 persen," katanya.
Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 4,46 persen.
Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





































