Munshiganj, Bangladesh (ANTARA) - Dari Desember hingga Februari, ladang sesawi (Brassica juncea) di seluruh Bangladesh berubah menjadi ekosistem yang sibuk, dengan lebah liar maupun lebah ternak dengan tekun berpindah dari bunga ke bunga untuk mencari nektar.
Berdasarkan laporan dan berbagai survei pertanian, Bangladesh diperkirakan memproduksi 30.000 hingga 40.000 ton madu setiap tahunnya.
Sejumlah besar petani pedesaan dan pemelihara lebah terlibat langsung dalam produksi madu, dengan jumlah diperkirakan antara 10.000 hingga 20.000 orang.
Meskipun sebagian besar madu berasal dari lebah liar di Sundarbans, terdapat juga beberapa praktik pemeliharaan lebah yang terstruktur di kawasan pedesaan dan semi-urban.
Menurut Departemen Pertanian Bangladesh, target luas tanam sesawi di negara itu ditetapkan sebesar 1.164.576 hektare untuk tahun fiskal 2024-2025, dengan sekitar 125.171 hektare dialokasikan khusus untuk budi daya madu.
Hal ini menunjukkan bahwa peternakan lebah tidak hanya menjadi bagian penting dari pertanian lokal, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang signifikan bagi komunitas pedesaan.
Simak kesibukan peternak lebah memindahkan dan mengekstrak sarang madu langsung di ladang di Munshiganj, Dhaka, melalui rangkaian foto berikut ini!
Seorang peternak lebah mengambil sebagian kecil sarang lebah di sebuah ladang di Munshiganj, Bangladesh, Minggu (11/1/2026). ANTARA/Xinhua/Habibur Rahman/aa.
Seorang peternak lebah memindahkan sarang lebah di ladang di Munshiganj, Bangladesh, Minggu (11/1/2026). ANTARA/Xinhua/Habibur Rahman/aa.Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

1 day ago
1



































