Yusril Sebut Putusan MK Bikin Pemerintah Harus Revisi UU Polri

2 days ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra memberikan sambutan saat penyampaian rekomendasi kebijakan Kemenko Kumham Imipas di Jakarta, Rabu (17/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Pemerintah memastikan revisi Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia (UU Polri) tak bisa dihindari, menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 223/PUU-XXIII/2025 tentang penempatan anggota kepolisian dalam jabatan ASN.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyebut putusan MK tersebut mewajibkan pengaturan sejumlah kewenangan Polri secara eksplisit di tingkat undang-undang.

“Walaupun dulu memang menjadi diskusi internal di Komisi Percepatan Reformasi Polri, apakah perlu merevisi UU Polri atau tidak. Tapi setelah ada putusan MK yang terakhir, paling tidak terkait dengan jabatan-jabatan sipil yang dapat diisi oleh personel kepolisian itu harus diatur UU, kata MK, maka memang kita enggak punya pilihan, jadi harus melakukan revisi terhadap UU Polri itu,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (21/1).

Yusril menjelaskan, Komisi Percepatan Reformasi Polri saat ini masih menggelar rapat-rapat pleno dan belum masuk ke pembahasan detail pasal-pasal yang perlu direvisi.

“Terakhir, kemarin mendengarkan paparan dari Komisi Reformasi internal yang dibentuk Kapolri, itu menyangkut pembenahan administratif, berbagai macam Perkap, pangkat, kepegawaian, dan lain-lain,” ujarnya.

Ia mengatakan, laporan Komisi Percepatan Reformasi Polri kepada Presiden ditargetkan rampung pada akhir Januari. Bentuk laporan tersebut berupa rekomendasi yang dapat memuat beberapa alternatif kebijakan untuk dipertimbangkan Presiden. Namun, Yusril menegaskan tidak semua persoalan akan dibawa ke Presiden, terutama hal-hal teknis internal seperti promosi, mutasi, rekrutmen, dan pendidikan personel.

“Kalau ke Presiden bentuknya adalah rekomendasi. Ada beberapa alternatif yang dapat dipilih oleh Presiden atau Presiden punya pendapat lain setelah membaca masukan-masukan yang disampaikan,” jelas Yusril.

Yusril menambahkan, setelah rekomendasi disampaikan, pemerintah “mau tidak mau” harus segera merumuskan Rancangan Undang-Undang tentang amandemen UU Polri.

Di internal komisi sendiri, menurut dia, sempat muncul perbedaan pandangan, termasuk soal apakah struktur Polri perlu tetap seperti sekarang atau berada di bawah kementerian tertentu, sebagaimana TNI berada di bawah Kementerian Pertahanan untuk urusan persenjataan, anggaran, dan sebagainya.

Namun, seluruh opsi tersebut belum menjadi keputusan final. Karena komisi, kata Yusril, hanya berwenang menyampaikan sejumlah alternatif kepada Presiden.

“Karena tugas pokok kepolisian dan TNI kan diatur dalam UUD ‘45, tapi perinciannya harus dituangkan dalam undang-undang, termasuklah struktur kepolisian itu dan pertanggungjawabannya kepada Presiden,” pungkas dia.

Read Entire Article