RI Dinilai Tetapkan Prinsip yang Tak Bisa Ditawar dalam Berpartisipasi di ISF

4 hours ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Pakar Hukum Internasional Hikmahanto Juhana dalam program DipTalk kumparan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana, mengapresiasi pernyataan Kementerian Luar Negeri terkait partisipasi Pasukan Indonesia di International Stabilization Force (ISF)

"Rilis ini patut diapresiasi karena menjadi pedoman delegasi RI saat Presiden Prabowo menghadiri rapat Board of Peace (BoP) di Washington DC atas undangan Chairman Donald Trump," kata Hikmahanto dalam keterangannya, Minggu (15/2).

Hikmahanto menjelaskan, Indonesia melalui rilis tersebut telah menetapkan prinsip yang tidak mungkin ditawar dalam partisipasinya di ISF. Hikmahanto membeberkan setidaknya ada lima poin yang menjadi prinsip tersebut.

Pertama, Indonesia akan menyumbang pasukan di ISF bila mandat berasal dari PBB bukan dari BoP. Hal ini dinilai sebagai syarat penting sehingga Indonesia secara konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif.

"Bila mandat dari BoP bisa saja diselewengkan oleh Chairman yang dijabat oleh Donald Trump dan sangat berpihak pada Israel," ucapnya.

Kedua, kendali terhadap pasukan berada di bawah Indonesia.

"Ini penting mengingat dalam ISF akan ada panglima yang akan mengendalikan pasukan. Bila panglima berasal dari Israel, bahkan AS maka rentan pasukan Indonesia dimanfaatkan untuk melegitimasi keinginan Israel atau AS untuk menyudutkan, bahkan merugikan rakyat dan otoritas Palestina," sambungnya.

Ketiga, mandat yang diberikan adalah untuk kemanusiaan bukan untuk tempur, bahkan tidak digunakan untuk berhadapan dengan pihak yang bertikai.

"Ini sejalan dengan keinginan dari pihak Hamas yang tidak menghendaki pasukan Indonesia berada di dalam Gaza. Terlebih lagi bila mandat adalah untuk melucuti senjata Hamas," ucapnya.

Keempat, sebagai persyaratan partisipasi pasukan Indonesia di ISF harus adanya persetujuan dari otoritas Palestina.

"Ini berarti bila otoritas Palestina tidak menyetujui meski BoP memberikan mandat maka Indonesia tidak akan berpartisipasi dalam ISF," imbuhnya.

Kelima, adanya komitmen Indonesia atas two states solution dalam berpartisipasi di ISF.

"Ini penting untuk menyikapi keberadaan Israel sebagai anggota BoP baru-baru ini di mana PM Benjamin Netanyahu berulang kali menyatakan tidak menghendaki adanya Palestina merdeka di Gaza," sambungnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang memberikan keterangan pers saat Press Briefing di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Sebelumnya, pemerintah menyatakan membuka opsi menghentikan partisipasi Indonesia dalam ISF jika pelaksanaannya menyimpang dari kebijakan nasional atau tidak sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan meski bergabung dengan pasukan internasional, keterlibatan mereka tetap berada di bawah kendali nasional.

“Indonesia akan mengakhiri partisipasi apabila pelaksanaan ISF menyimpang dari national caveats Indonesia atau tidak sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu (14/2).

Ia menyebut, keterlibatan Indonesia mensyaratkan persetujuan otoritas Palestina dan dibatasi hanya di wilayah Gaza. Prinsipnya, tetap menghormati hak Palestina untuk menentukan nasib sendiri.

Kemlu juga menekankan partisipasi Indonesia tidak bisa dimaknai sebagai bentuk pengakuan atau normalisasi hubungan politik dengan pihak mana pun.

Indonesia, kata Yvonne, tetap konsisten mendukung kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara sesuai hukum internasional dan parameter yang telah disepakati.

Read Entire Article