Caracas (ANTARA) - Venezuela telah menerima 300 juta dolar AS dari penjualan minyak mentah Venezuela ke AS -- bagian dari total pendapatan yang diperkirakan mencapai 500 juta dolar AS, kata Pelaksana Tugas Presiden Venezuela Delcy Rodriguez pada Selasa (20/1).
Pemerintah Venezuela akan menggunakan dana tersebut untuk menstabilkan pasar valuta asing.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terpisah pada hari yang sama mengatakan bahwa negaranya telah mengambil 50 juta barel minyak dari Venezuela dan menjual sebagian dari minyak tersebut di pasar terbuka, meskipun catatan pengiriman menunjukkan bahwa volume tersebut belum diekspor.
Berbicara dalam sebuah acara di Caracas, ibu kota Venezuela, Rodriguez mengatakan dana tersebut akan disalurkan melalui bank-bank publik dan swasta, sambil berkoordinasi dengan Bank Sentral Venezuela, untuk membantu menstabilkan pasar valuta asing.
Venezuela memiliki cadangan sekitar 300 miliar barel minyak mentah berkekentalan tinggi (heavy) dan berkadar sulfur tinggi (sour), atau sekitar seperlima dari cadangan dunia.
AS pada 3 Januari melancarkan serangan mendadak ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro bersama istrinya.
Serangan AS tersebut memicu kecaman keras dari masyarakat internasional, dengan banyak pemerintah dan analis memperingatkan bahwa tindakan tersebut merupakan preseden berbahaya tentang penggunaan kekuatan terhadap sebuah negara berdaulat.
Pewarta: Xinhua
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

2 days ago
5






































