Istanbul (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump pada Jumat mengatakan bahwa Washington akan turun tangan jika Iran "menembak dan membunuh demonstran damai secara brutal," dengan mengatakan bahwa Amerika Serikat "siap siaga dan siap bertindak."
Melalui unggahand di akun Truth Social miliknya, Trump mengatakan "Jika Iran menembak dan membunuh para pengunjuk rasa damai secara brutal, yang merupakan kebiasaan mereka, AS akan turun tangan menyelamatkan para demonstran. Kami siap bertindak. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!”
Kantor Berita semi-resmi Iran Fars dan kelompok hak asasi manusia Hengaw melaporkan adanya korban jiwa selama bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan. Dua orang tewas di kota Lordegan di barat daya Iran, tiga lainnya di Azna dan satu di Kuhdasht.
Fars yang mengutip seorang pejabat lokal yang tidak disebutkan namanya, melaporkan pada Kamis (1/1) bahwa lebih dari 150 orang berkumpul di daerah Chaharmahal dan Bakhtiari di Lordegan, meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah dan melempari bangunan publik dengan batu.
“Setelah polisi turun tangan, beberapa demonstran melepaskan tembakan ke arah pasukan keamanan, melukai sejumlah petugas, sementara dua orang tewas saat terjadi bentrokan tersebut,” kata pejabat itu.
Protes meletus pada 28 Desember di Grand Bazaar Teheran atas depresiasi tajam rial Iran terhadap mata uang asing serta memburuknya kondisi ekonomi, sebelum menyebar ke beberapa kota lain di seluruh negeri.
Presiden Masoud Pezeshkian juga mengakui ketidakpuasan publik, mengatakan pemerintah bertanggung jawab atas masalah ekonomi saat ini dan mendesak para pejabat untuk tidak menyalahkan aktor eksternal seperti AS.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Khamenei: hubungan buruk Iran-AS tak dapat diperbaiki
Baca juga: Iran: pembicaraan dengan AS tergantung kepentingan nasional
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

11 hours ago
5






































